Abstract. This study maps the bibliometric landscape of scholarly publications on gender inequality in education and scientific discourse, treating the corpus of indexed publications as the unit of analysis. Metadata were obtained from Scopus, Springer, and OpenAlex for the 2021–2026 period. Following deduplication, screening, and eligibility assessment, 619 articles were retained from 57,563 initial records. Thematic evolution analysis identifies “inequality” as the most persistent central theme (frequency = 162), followed by “psychology” (85) and “economics” (69). Themes explicitly related to gender inequality are positioned within the Basic Themes quadrant, indicating strong connections with the broader research field but comparatively lower internal thematic development. Co-occurrence analysis identifies four major clusters linking gender inequality with sociology and gender studies, psychology and education, economics and human capital, and governance and poverty. Author productivity displays a Lotka-type pattern dominated by single-document contributors (96.7%), while the United States, Pakistan, Indonesia, and China show the highest publication counts in the country-level analysis. These findings demonstrate the interdisciplinary character of gender inequality research and identify areas in which more focused empirical investigation is needed, particularly in educational settings. Abstrak. Studi ini memetakan lanskap bibliometrik publikasi ilmiah mengenai ketidaksetaraan gender dalam pendidikan dan wacana ilmiah dengan menjadikan korpus publikasi terindeks sebagai unit analisis. Metadata diperoleh dari Scopus, Springer, dan OpenAlex untuk periode 2021–2026. Setelah melalui deduplikasi, penyaringan, dan penilaian kelayakan, sebanyak 619 artikel dipertahankan dari 57.563 rekod awal. Analisis evolusi tematik menunjukkan “inequality” sebagai tema sentral yang paling persisten (frekuensi = 162), diikuti “psychology” (85) dan “economics” (69). Tema-tema yang secara eksplisit berkaitan dengan ketidaksetaraan gender berada pada kuadran Basic Themes, yang menunjukkan keterhubungan kuat dengan bidang penelitian yang lebih luas tetapi tingkat perkembangan internal tema yang relatif lebih rendah. Analisis ko-okurensi mengidentifikasi empat kluster utama yang menghubungkan ketidaksetaraan gender dengan sosiologi dan studi gender, psikologi dan pendidikan, ekonomi dan modal manusia, serta tata kelola dan kemiskinan. Produktivitas penulis menunjukkan pola distribusi menyerupai Lotka yang didominasi kontributor dengan satu dokumen (96,7%), sedangkan Amerika Serikat, Pakistan, Indonesia, dan China menunjukkan jumlah publikasi tertinggi dalam analisis tingkat negara. Temuan ini memperlihatkan sifat interdisipliner penelitian ketidaksetaraan gender sekaligus menunjukkan bidang-bidang yang masih memerlukan penelitian empiris lebih terarah, khususnya dalam konteks pendidikan.