Putri Ayienda
Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial, Universitas Dian Nusantara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Kompetensi Komunikasi Profesional Bahasa Inggris melalui Pelatihan Delivery Techniques bagi Guru Sekolah Dasar Irma Rahmawati; Maya Sekartaji; Putri Ayienda; Lutfi Alhazami; Tjong Lie Fong; Diandra Shafa Azzahra
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/4bpfgf11

Abstract

Kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menetapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di Sekolah Dasar mulai tahun ajaran 2027/2028 menuntut kesiapan guru dalam menguasai Bahasa Inggris dan kemampuan penyampaian materi yang efektif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan menguatkan kompetensi komunikasi profesional Bahasa Inggris dan keterampilan delivery techniques guru Sekolah Dasar di Yayasan Pendidikan Al-Chasanah, Jakarta Barat. Program dilaksanakan selama enam bulan (November 2025–April 2026) dengan melibatkan 18 guru SD sebagai peserta. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan intensif (Foundational English Communication Training dan English Delivery Techniques Workshop), pendampingan (coaching clinic), serta pembentukan komunitas praktik profesional. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test serta survei kepuasan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek kompetensi: pengetahuan komunikasi profesional (+24 poin), kemampuan public speaking (+26 poin), penguasaan classroom English (+30 poin), dan pemanfaatan teknologi pembelajaran (+32 poin). Sebanyak 95% peserta menyatakan kepuasan baik hingga sangat baik. Program ini membuktikan efektivitas pendekatan pelatihan komprehensif yang menggabungkan teori, praktik, dan pendampingan dalam meningkatkan kompetensi profesional guru, sekaligus mendukung kesiapan sekolah menghadapi kebijakan pendidikan nasional.