Neysila Syara Azzahra
Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Program Didikan Subuh: Penguatan Antusiasme Shalat Subuh Berjamaah Generasi Muda Cilayang Lebak Fakta Lovandez Abel; Neysila Syara Azzahra; Aida Abdilah; Wieke Ismatul Maula; Verry Mardiyanto
Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2026): on Progress
Publisher : Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/dimasejati.202682.24865

Abstract

Rendahnya antusiasme generasi muda dalam melaksanakan salat Subuh berjemaah merupakan masalah nyata di banyak komunitas, termasuk di Dusun Cilayang Lebak, Desa Kadudamas, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Kondisi ini mendorong mahasiswa KKN Nusantara Kelompok 13 untuk menginisiasi dan memfasilitasi program "Didikan Subuh" guna menumbuhkan kesadaran beribadah serta membangun karakter religius di kalangan pemuda setempat. Artikel pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan, hasil, dan dampak program Didikan Subuh—di mana mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator utama—yang mencakup penampilan para pemuda (seperti menjadi pembawa acara, melantunkan azan, menyampaikan ceramah singkat, serta melafalkan rukun iman, rukun Islam, bacaan salat, dan sifat-sifat wajib Allah) yang diadakan setiap Minggu pagi setelah salat Subuh berjemaah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pengabdian masyarakat partisipatif yang meliputi tahap observasi, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan jumlah dan antusiasme generasi muda dalam melaksanakan salat Subuh berjemaah setelah program berjalan secara rutin, yang didukung oleh keterlibatan aktif mereka dalam berbagai penampilan keagamaan. Tingginya antusiasme generasi muda menjadi faktor utama keberhasilan program ini. Keberlanjutan program bergantung pada ketersediaan pengelola dan pembimbing tetap bagi para pemuda setelah masa KKN berakhir. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi model pembinaan keagamaan berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.