Perkembangan digitalisasi pelayanan radiologi menuntut adanya sistem yang terintegrasi secara andal guna meningkatkan kualitas dan kecepatan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi Picture Archiving and Communication System (PACS) di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Adam Malik Medan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam kepada radiografer, residen radiologi, dan staf Information Technology (IT), serta telaah dokumentasi internal rumah sakit. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi PACS dengan Radiology Information System (RIS) berbasis protokol DICOM dan HL7 berhasil mengubah alur kerja radiologi dari sistem berbasis film menjadi sistem digital tanpa film (filmless), mempercepat response time pelayanan, menghilangkan risiko kehilangan berkas fisik, serta mempermudah distribusi citra medis secara real-time. Meskipun demikian, ditemukan sejumlah kendala teknis, seperti keterbatasan bandwidth jaringan, kurangnya jumlah workstation diagnostik, serta risiko kerusakan data (data corrupt). Secara umum, implementasi PACS memberikan kontribusi besar terhadap efisiensi pelayanan klinis dan keselamatan pasien di Rumah Sakit Adam Malik Medan.