Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan Spirulina sp. menggunakan limbah cair tahu sebagai media alternatif dengan variasi salinitas, serta menentukan kombinasi kondisi optimum untuk mendukung pertumbuhan dan kepadatan sel. Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan yaitu pada bulan September - Oktober 2025 bertempat di Laboratorium Akuakultur. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu salinitas media (15, 20, dan 25 ppt) dan dosis limbah cair tahu (3%, 3,5%, dan 4% ml/L), masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter utama yang diamati adalah pertumbuhan dan kepadatan sel Spirulina sp. selama masa pemeliharaan, sedangkan parameter pendukung meliputi kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Spirulina sp. mampu tumbuh pada seluruh perlakuan, namun tingkat pertumbuhan berbeda nyata antar kombinasi perlakuan. Salinitas berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan, dengan salinitas 20 ppt menghasilkan kepadatan sel tertinggi. Pada faktor dosis limbah cair tahu, dosis 3,5–4% ml/L memberikan pertumbuhan optimal dibandingkan dosis 3%. Analisis ANOVA menunjukkan bahwa salinitas, dosis limbah cair tahu, dan interaksi keduanya berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan Spirulina sp. (p < 0,05). Kombinasi salinitas 20 ppt dan dosis limbah cair tahu 3,5–4% ml/L merupakan kondisi paling optimal untuk mendukung pertumbuhan dan kepadatan sel tertinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa limbah cair tahu berpotensi dimanfaatkan sebagai media alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan untuk budidaya Spirulina sp., dengan pengaturan salinitas yang tepat guna memperoleh pertumbuhan optimal.