Local literary works frequently serve as psychological reflections of regional social realities, yet psychoanalytic examinations of works by East Nusa Tenggara authors remain scarce. Documenting and unraveling these fictional characters' inner conflicts is crucial for comprehending human personality dynamics and enriching localized literary appreciation materials. This study aims to describe the forms and causal factors of inner conflicts experienced by the main characters in the short story collection Melukis Waktu by Imelda Oliva Wissang. Employing a qualitative descriptive design rooted in Sigmund Freud's psychoanalytic theory, this study examines the intrapsychic dynamics of main characters across six selected short stories. Data were gathered through reading, observing, and note-taking techniques guided by literary textual analysis protocols. The findings reveal that the characters' psychological tensions are generated by an interplay of internal and external factors manifested in three structures: (1) id impulses demanding immediate emotional gratification, trauma release, and impulsive curiosity; (2) ego struggles attempting rational mediation based on the reality principle amidst psychic helplessness; and (3) superego pressures emerging as agonizing guilt, profound moral remorse, and ethical reverence toward authority figures. Ultimately, the psychological dynamics of these protagonists illustrate the enduring human struggle to harmonize instinctual desires, logical reasoning, and internalized societal morals against poignant life challenges. ABSTRAK Karya sastra lokal sering kali menjadi medium refleksi psikologis atas realitas sosial masyarakat setempat, tetapi telaah psikoanalisis terhadap karya pengarang daerah dari Nusa Tenggara Timur masih sangat terbatas. Dokumentasi dan pembedahan konflik mental tokoh fiksi ini krusial sebagai sarana pemahaman kepribadian manusia sekaligus penguatan materi apresiasi sastra berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk serta faktor penyebab konflik batin yang dialami oleh tokoh utama dalam kumpulan cerpen Melukis Waktu karya Imelda Oliva Wissang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui pisau bedah psikoanalisis kepribadian Sigmund Freud. Objek penelitian berfokus pada dinamika intrapsikis tokoh utama dalam enam cerpen terpilih pada antologi tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca, simak, dan catat dengan instrumen pedoman analisis teks sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik batin tokoh utama dipicu oleh tarik-menarik antara faktor internal dan eksternal yang terbagi ke dalam tiga dinamika utama: (1) dorongan id yang menuntut pemuasan kerinduan emosional, pelepasan trauma, serta rasa ingin tahu yang impulsif; (2) pergulatan ego yang berupaya mengambil tindakan rasional berlandaskan prinsip realitas (reality principle) di tengah ketidakberdayaan batin; serta (3) tekanan superego yang bermanifestasi dalam bentuk rasa bersalah yang menyiksa, penyesalan moral mendalam, dan penghormatan etis terhadap figur otoritas. Dengan demikian, dinamika kepribadian tokoh utama mencerminkan kompleksitas psikologis manusia dalam menyelaraskan desakan hasrat hewani, nalar logis, dan tata nilai moralitas di tengah getirnya kenyataan hidup.