Pilipus Wai Lawet
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM KUMPULAN CERPEN MELUKIS WAKTU KARYA IMELDA OLIVA WISSANG Marlinda Barek Klibang; Sirilus Karolus Keroponama Keban; Pilipus Wai Lawet
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.15386

Abstract

Local literary works frequently serve as psychological reflections of regional social realities, yet psychoanalytic examinations of works by East Nusa Tenggara authors remain scarce. Documenting and unraveling these fictional characters' inner conflicts is crucial for comprehending human personality dynamics and enriching localized literary appreciation materials. This study aims to describe the forms and causal factors of inner conflicts experienced by the main characters in the short story collection Melukis Waktu by Imelda Oliva Wissang. Employing a qualitative descriptive design rooted in Sigmund Freud's psychoanalytic theory, this study examines the intrapsychic dynamics of main characters across six selected short stories. Data were gathered through reading, observing, and note-taking techniques guided by literary textual analysis protocols. The findings reveal that the characters' psychological tensions are generated by an interplay of internal and external factors manifested in three structures: (1) id impulses demanding immediate emotional gratification, trauma release, and impulsive curiosity; (2) ego struggles attempting rational mediation based on the reality principle amidst psychic helplessness; and (3) superego pressures emerging as agonizing guilt, profound moral remorse, and ethical reverence toward authority figures. Ultimately, the psychological dynamics of these protagonists illustrate the enduring human struggle to harmonize instinctual desires, logical reasoning, and internalized societal morals against poignant life challenges. ABSTRAK Karya sastra lokal sering kali menjadi medium refleksi psikologis atas realitas sosial masyarakat setempat, tetapi telaah psikoanalisis terhadap karya pengarang daerah dari Nusa Tenggara Timur masih sangat terbatas. Dokumentasi dan pembedahan konflik mental tokoh fiksi ini krusial sebagai sarana pemahaman kepribadian manusia sekaligus penguatan materi apresiasi sastra berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk serta faktor penyebab konflik batin yang dialami oleh tokoh utama dalam kumpulan cerpen Melukis Waktu karya Imelda Oliva Wissang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui pisau bedah psikoanalisis kepribadian Sigmund Freud. Objek penelitian berfokus pada dinamika intrapsikis tokoh utama dalam enam cerpen terpilih pada antologi tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca, simak, dan catat dengan instrumen pedoman analisis teks sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik batin tokoh utama dipicu oleh tarik-menarik antara faktor internal dan eksternal yang terbagi ke dalam tiga dinamika utama: (1) dorongan id yang menuntut pemuasan kerinduan emosional, pelepasan trauma, serta rasa ingin tahu yang impulsif; (2) pergulatan ego yang berupaya mengambil tindakan rasional berlandaskan prinsip realitas (reality principle) di tengah ketidakberdayaan batin; serta (3) tekanan superego yang bermanifestasi dalam bentuk rasa bersalah yang menyiksa, penyesalan moral mendalam, dan penghormatan etis terhadap figur otoritas. Dengan demikian, dinamika kepribadian tokoh utama mencerminkan kompleksitas psikologis manusia dalam menyelaraskan desakan hasrat hewani, nalar logis, dan tata nilai moralitas di tengah getirnya kenyataan hidup.    
ANALISIS BENTUK ABREVIASI DAN KOMPOSISI PADA MEDIA SOSIAL MAHASISWA INSTITUT KEGURUAN DAN TEKNOLOGI LARANTUKA Karolinda Letek Karhi; Pilipus Wai Lawet; Yoakim Yolanda Mario Leu
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15317

Abstract

The dynamics of digital communication in the modern era have driven the emergence of distinctive word shortenings and compounds on social media platforms. This study aims to describe the use of Indonesian abbreviations and compounds on WhatsApp and Facebook among students of the Institute of Teacher Training and Technology of Larantuka (IKTL). The study employed a qualitative descriptive method with data sources consisting of students’ written communications containing abbreviation and compounding forms. The use of abbreviations and compounds reflects the adaptation of the Indonesian language to technological developments and the demands of fast, practical, and communicative digital interactions. Data were collected through observation, interviews, and documentation techniques, and analyzed using the interactive analysis model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings reveal that: (1) abbreviation forms identified consist of shortenings, acronyms, and clipping forms used to simplify writing and enhance communication efficiency in digital interactions; and (2) compounding forms found consist of endocentric and exocentric compounds used to create new terms in social media communication. ABSTRAK Dinamika komunikasi digital di era modern telah mendorong munculnya berbagai pemendekan dan penggabungan kata yang khas pada platform media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penggunaan abreviasi dan komposisi Bahasa Indonesia pada media sosial WhatsApp dan Facebook mahasiswa Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa komunikasi tertulis mahasiswa yang mengandung bentuk abreviasi dan komposisi. Penggunaan abreviasi dan komposisi menunjukkan adanya adaptasi Bahasa Indonesia terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan komunikasi digital yang cepat, praktis, dan komunikatif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bentuk abreviasi yang ditemukan terdiri atas singkatan, akronim, dan kliping yang digunakan untuk mempersingkat penulisan serta meningkatkan efisiensi komunikasi digital; dan (2) bentuk komposisi yang ditemukan terdiri atas komposisi endosentris dan eksosentris yang digunakan untuk membentuk istilah-istilah baru dalam komunikasi media sosial.