Annisa Novita Hayutami
Universitas Padjadjaran

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Safety Planning Intervention (SPI) Pada Pasien Dengan Risiko Bunuh Diri: Case Report Annisa Novita Hayutami; Hendrawati Hendrawati; Aat Sriati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1446

Abstract

Skizofrenia paranoid merupakan gangguan jiwa berat yang dapat disertai halusinasi pendengaran, kecurigaan,gangguan tilikan diri, dan penurunan kemampuan menilai realitas. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko bunuhdiri, terutama ketika pasien mengalami keputusasaan, tekanan psikologis, dan koping maladaptif. Laporan kasusini bertujuan menganalisis penerapan Safety Planning Intervention (SPI) pada pasien skizofrenia paranoiddengan risiko bunuh diri di rumah sakit jiwa. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif. Datadiperoleh melalui observasi, wawancara terapeutik, pengkajian status mental, rekam medis, catatan keperawatan,dan informasi keluarga. Intervensi dilakukan melalui Strategi Pelaksanaan Asuhan Keperawatan risiko bunuhdiri yang diintegrasikan dengan komponen SPI dalam delapan pertemuan. Tn. J, laki-laki 41 tahun, dirawatkarena marah-marah, mengancam keluarga, dan memiliki riwayat perilaku membahayakan diri. Pengkajianmenunjukkan halusinasi pendengaran, afek datar, mudah tersinggung, kurang kooperatif, gangguan konsentrasi,penilaian terganggu, dan tilikan diri kurang baik. Setelah intervensi, pasien mampu mengenali tanda bahaya,memahami pemicu, menggunakan koping adaptif, menyebutkan sumber dukungan, dan menjelaskan langkahkeselamatan saat pikiran negatif muncul. SPI dapat menjadi intervensi pendukung dalam asuhan keperawatanjiwa yang menekankan hubungan terapeutik, dukungan keluarga, dan strategi koping sesuai nilai spiritual pasien.Diharapkan perawat dapat menggunakan SPI sebagai intervensi pendukung dalam asuhan keperawatan jiwa,terutama pada pasien skizofrenia paranoid dengan risiko bunuh diri, serta melibatkan keluarga dalampengawasan, dukungan emosional, kepatuhan pengobatan, dan pembatasan akses terhadap benda berbahaya.