Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Adiksi Penggunaan Media Sosial Dengan Masalah Psikososial Pada Remaja Di SMK Kesehatan Ananda Agustin; Dian Fitria; Tri Setianingsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1466

Abstract

Masa remaja merupakan fase transisi yang rentan terhadap ketidakstabilan emosional. Penggunaan media sosial yang berlebihan pada remaja sering kali memicu adiksi yang berdampak negatif pada kesehatan psikososial mereka, seperti meningkatnya kecemasan dan penurunan interaksi sosial nyata. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adiksi penggunaan media sosial dengan masalah psikososial (tingkat kecemasan dan interaksi sosial) pada remaja di SMK Kesehatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah siswa kelas X dan XI di SMK Kesehatan Fahd Islamic School. Sebanyak 130 responden diambil sebagai sampel menggunakan teknik pengumpulan data melalui instrumen kuesioner Social Media Addiction Scale-Student Form (SMAS-SF), General Anxiety Disorder-7 (GAD-7), dan Social Connectedness Scale-Revised (SCS-R). Data kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada tingkat adiksi media sosial kategori sedang (84,6%) dan mengalami kecemasan tingkat sedang (70,8%). Terdapat 34,6% responden yang terindikasi mengalami penurunan interaksi sosial. Hasil analisis bivariat membuktikan adanya korelasi positif yang signifikan antara adiksi media sosial dengan kecemasan (p < 0,001; r = 0,642), serta korelasi yang signifikan terhadap penurunan interaksi sosial (r = 0,418). Kesimpulan : Semakin tinggi tingkat adiksi media sosial, semakin tinggi kecemasan dan penurunan interaksi sosial pada remaja. Remaja diharapkan dapat lebih membatasi intensitas screen time guna menjaga stabilitas kesehatan mental dan hubungan sosialnya.