Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pelatihan dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 70 orang responden. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 29. Sebelum pengujian hipotesis dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan uji validitas, uji reliabilitas, serta uji asumsi klasik yang mencakup uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pelatihan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, yang ditandai dengan nilai signifikansi sebesar 0,055 (lebih besar dari 0,05). Sementara itu, kepuasan kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai signifikansi sebesar 0,022 (kurang dari 0,05). Secara simultan, pelatihan dan kepuasan kerja bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, yang dibuktikan dengan nilai signifikansi uji F sebesar 0,007 (di bawah 0,05). Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,138 menunjukkan bahwa kedua variabel independen tersebut mampu menjelaskan 13,8% variasi kinerja pegawai, sedangkan sisanya sebesar 86,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja merupakan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai secara parsial, sedangkan pelatihan tidak, namun kedua variabel secara bersama-sama tetap memberikan pengaruh yang signifikan.