Sandra GJ Tombokan
Poltekkes Kemenkes Manado

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Remaja Putri melalui Skrining Kesehatan Terpadu Atik Purwandari; Sjenny O Tuju; Sandra GJ Tombokan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.27714

Abstract

ABSTRAK Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Faktor risiko PTM dapat mulai muncul pada usia remaja sehingga diperlukan deteksi dini dan edukasi kesehatan bagi mahasiswi. Meningkatkan deteksi dini faktor risiko PTM pada mahasiswi melalui skrining kesehatan dan edukasi kesehatan. Kegiatan dilakukan melalui skrining kesehatan pada 165 mahasiswi yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, hemoglobin, glukosa darah, indeks massa tubuh (IMT), lingkar lengan atas (LiLA), serta pemeriksaan kesehatan gigi pada 43 peserta. Seluruh peserta memperoleh edukasi kesehatan, konsultasi hasil pemeriksaan, dan rekomendasi tindak lanjut. Sebanyak 52,7% peserta mengalami pra hipertensi, 13,9% hipertensi ringan, dan 1,8% hipertensi sedang–berat. Risiko kekurangan energi kronis ditemukan pada 13,3% peserta. Anemia dialami oleh 39,4% peserta, sedangkan 1,2% memiliki kadar glukosa darah yang mengarah pada pradiabetes. Pemeriksaan kesehatan gigi menunjukkan 79,1% dari 43 peserta mengalami karies. Skrining kesehatan dan edukasi berhasil mengidentifikasi faktor risiko PTM pada mahasiswi sejak dini serta menjadi dasar pengembangan program skrining berkala dan promosi kesehatan untuk mendukung terwujudnya kampus sehat. Kata Kunci: Deteksi Dini, Penyakit Tidak Menular, Skrining Kesehatan, Mahasiswi, Pendidikan Kesehatan, Kampus Sehat.  ABSTRACT Non-communicable diseases (NCDs) are a leading cause of morbidity and mortality in Indonesia. Risk factors for NCDs may develop during adolescence, highlighting the need for early detection and health education among female university students. To improve the early detection of NCD risk factors among female university students through health screening and health education. This community service program involved health screening of 165 female university students, including measurements of blood pressure, hemoglobin, blood glucose, body mass index (BMI), and mid-upper arm circumference (MUAC). Oral health examinations were conducted for 43 participants. All participants received health education, counseling on screening results, and recommendations for follow-up care. The screening revealed that 52.7% of participants were classified as prehypertensive, 13.9% had stage 1 hypertension, and 1.8% had moderate to severe hypertension. A total of 13.3% were at risk of chronic energy deficiency based on MUAC measurements. Anemia was identified in 39.4% of participants, while 1.2% had blood glucose levels indicative of prediabetes. Oral health examinations showed that 79.1% of the 43 examined participants had dental caries. Health screening and education successfully identified NCD risk factors among female university students at an early stage. The findings provide a basis for implementing regular health screening and sustainable health promotion programs to support the development of a healthy campus. Keywords: Early Detection, Non-Communicable Diseases, Health Screening, Female University Students, Health Education, Healthy Campus.