Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas SPA Kaki (Foot SPA) Terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Sjenny Olga Tuju; Getruida B. H. Alow; Ike Utamasari; Atik Purwandari
JIDAN (Jurnal Ilmiah Bidan) Vol 9 No 2 (2022): Vol 9 No 2 (Edisi Januari - Juni 2022)
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jib.v9i2.1840

Abstract

Background: Labor pain is uterine contraction that perceived as a pain on back, abdominal and spread along to thigh area. Pain can be treated with pharmacological and non pharmacological method. Pharmacological method by giving drugs and non pharmacological method with scientific method such as foot SPA.. Objective: To understand the effectiveness of Foot SPA on pain intensity of active phase of 1st stage Labor Method: This is a quassi-experimental study with one group pre and posttest design which done to 15 samples, data was collected with observational form filled by researcher by doing an interview to respondent before and after getting Foot SPA. Data was analyzed with Wilcoxon Signed rank Test. Result: This study shows that on average the respondent’s pain intensity before get Foot SPA was 6.87 and decrease to 4.27 after getting Foot SPA. Analyzed data shows the p-value < 0.05 Conclusion: Foot SPA effective to decrease pain intensity of 1st stage active phase labor at Tuminting Public Health Center Manado. We advising Foot SPA to be a standardized health services as a new approach in labor pain management.
Penerapan Interprofesional Collaboration Kebidanan Komplementer, Trauma Healing dan Bantuan Hidup Dasar pada Situasi Krisis dan Penanggulangan Bencana Sjenny Olga Tuju; Atik Purwandari; Sandra G.J Tombokan; Fredrika Nancy Losu; Robin Dompas; Anita Lontaan; Maykel Kiling; Esrom kanine; Freike Lumi; Martha D Korompis; Rolly Rondonowu; Syamsu Alam
Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa Vol. 2 No. 3 (2023): June 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmf.v2i3.4775

Abstract

Terapi komplementer kebidanan merupakan upaya-upaya pemulihan kesehatan yang meliputi perawatan (treatment) dan pengobatan penyakit baik untuk bu hamil, bersaln, nifas bayi dan anak. Situasi krisis dan bencana merupakan suatu hal yang tidak bisa predksi di wilayah yang rentan bencana sehingga dapat memberikan antisipasi dapat diberikan pada pertolongan pertama bencana. Tujuan meningkatkan pengetahuan Kesehatan ibu dan anak dengan interprofessional collaboration kebidanan komplementer dan trauma healing kepada masyarakat yang terdampak abrasi pantai di kabupaten Minahasa Selatan. Metode yang dberikan adalah penerapan asuhan komplementer pada ibu hamil dan trauma heailng pada anak-anak dan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Kegiatan yang sudah dilakukan adalah pelayanan pijat punggung pada ibu hamil sebanyak 10 ibu hamil, anak-anak diberikan trauma healing sebayak 38 anak serta masyarakat umumnya diberikan Bantuan Hidup Dasar sebanyak 50 KK
Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Remaja Putri melalui Skrining Kesehatan Terpadu Atik Purwandari; Sjenny O Tuju; Sandra GJ Tombokan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.27714

Abstract

ABSTRAK Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Faktor risiko PTM dapat mulai muncul pada usia remaja sehingga diperlukan deteksi dini dan edukasi kesehatan bagi mahasiswi. Meningkatkan deteksi dini faktor risiko PTM pada mahasiswi melalui skrining kesehatan dan edukasi kesehatan. Kegiatan dilakukan melalui skrining kesehatan pada 165 mahasiswi yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, hemoglobin, glukosa darah, indeks massa tubuh (IMT), lingkar lengan atas (LiLA), serta pemeriksaan kesehatan gigi pada 43 peserta. Seluruh peserta memperoleh edukasi kesehatan, konsultasi hasil pemeriksaan, dan rekomendasi tindak lanjut. Sebanyak 52,7% peserta mengalami pra hipertensi, 13,9% hipertensi ringan, dan 1,8% hipertensi sedang–berat. Risiko kekurangan energi kronis ditemukan pada 13,3% peserta. Anemia dialami oleh 39,4% peserta, sedangkan 1,2% memiliki kadar glukosa darah yang mengarah pada pradiabetes. Pemeriksaan kesehatan gigi menunjukkan 79,1% dari 43 peserta mengalami karies. Skrining kesehatan dan edukasi berhasil mengidentifikasi faktor risiko PTM pada mahasiswi sejak dini serta menjadi dasar pengembangan program skrining berkala dan promosi kesehatan untuk mendukung terwujudnya kampus sehat. Kata Kunci: Deteksi Dini, Penyakit Tidak Menular, Skrining Kesehatan, Mahasiswi, Pendidikan Kesehatan, Kampus Sehat.  ABSTRACT Non-communicable diseases (NCDs) are a leading cause of morbidity and mortality in Indonesia. Risk factors for NCDs may develop during adolescence, highlighting the need for early detection and health education among female university students. To improve the early detection of NCD risk factors among female university students through health screening and health education. This community service program involved health screening of 165 female university students, including measurements of blood pressure, hemoglobin, blood glucose, body mass index (BMI), and mid-upper arm circumference (MUAC). Oral health examinations were conducted for 43 participants. All participants received health education, counseling on screening results, and recommendations for follow-up care. The screening revealed that 52.7% of participants were classified as prehypertensive, 13.9% had stage 1 hypertension, and 1.8% had moderate to severe hypertension. A total of 13.3% were at risk of chronic energy deficiency based on MUAC measurements. Anemia was identified in 39.4% of participants, while 1.2% had blood glucose levels indicative of prediabetes. Oral health examinations showed that 79.1% of the 43 examined participants had dental caries. Health screening and education successfully identified NCD risk factors among female university students at an early stage. The findings provide a basis for implementing regular health screening and sustainable health promotion programs to support the development of a healthy campus. Keywords: Early Detection, Non-Communicable Diseases, Health Screening, Female University Students, Health Education, Healthy Campus.