Tasqia Sekar P M
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Pencegahan Stunting dan Optimalisasi Kader Posyandu Kecamatan Riung Kabupaten Ngada, NTT Yunita Astriani Hardayati; Tasqia Sekar P M; Tuti Asrianti Utami
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.26560

Abstract

ABSTRACT Stunting remains a priority public health issue in Indonesia, including in Ngada Regency, East Nusa Tenggara, with a prevalence of 8.3% in 2024. Posyandu cadres serve as frontline agents for early detection and nutrition education at the community level. To improve knowledge and skills of Posyandu cadres in Riung Sub-district on stunting prevention through nutrition education, early detection, and local-food-based supplementary food processing. Community service (PKM) was conducted using counselling, training, and mentoring methods for 21 Posyandu cadres on 30 July 2025 at Riung Sub-district Hall. Evaluation used pre-test/post-test and observation of anthropometric measurement skills. Mean knowledge score increased from 8.7 (pre-test) to 9.6 (post-test), a 10.3% improvement. All 21 cadres demonstrated competence in measuring height and mid-upper arm circumference (MUAC).  Community-based education proves effective in strengthening Posyandu cadres as frontline stunting prevention agents. Continuous mentoring, distribution of educational media (posters, videos) at Posyandu, and cross-sector partnerships (Puskesmas, sub-district, cadres) are needed to ensure program sustainability. Keywords: Early Detection, Nutrition Education, Posyandu Cadres, Stunting Prevention.  ABSTRAK Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat prioritas di Indonesia, termasuk di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan prevalensi 8,3% pada tahun 2024 (BPS, 2024). Kader Posyandu berperan strategis sebagai garda terdepan deteksi dini dan edukasi gizi di tingkat komunitas. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu Kecamatan Riung dalam pencegahan stunting melalui edukasi gizi, deteksi dini, dan pengolahan makanan tambahan berbahan lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilaksanakan dengan metode penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan terhadap 21 kader Posyandu pada 30 Juli 2025 di Aula Kecamatan Riung. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test serta observasi keterampilan pengukuran antropometri. Rata-rata pengetahuan kader meningkat dari 8,7 (pre-test) menjadi 9,6 (post-test), atau peningkatan 10,3%. Seluruh 21 kader mampu melakukan pengukuran tinggi badan dan lingkar lengan atas (LiLA) secara mandiri. Edukasi berbasis komunitas terbukti meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu sebagai ujung tombak pencegahan stunting. Diperlukan pendampingan berkelanjutan, distribusi media edukasi (poster, video) di Posyandu, serta penguatan kemitraan lintas sektor (Puskesmas, kecamatan, kader) untuk menjaga keberlanjutan program. Kata Kunci: Deteksi Dini, Edukasi Gizi, Kader Posyandu, Pencegahan Stunting