Kurnia Kurnia
Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Muhammadiyah Sidrap

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi kesehatan gigi melalui media permainan puzzle sebagai upaya peningkatan pengetahuan menyikat gigi pada siswa Arsad Arsad; Kurnia Kurnia; Ishak Kenre
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 6 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i6.3936

Abstract

Background: Oral health is a crucial component of overall physical health. The prevalence of oral health issues among school-aged children at SDN 7 Baranti remains high, partly due to a lack of knowledge regarding proper tooth-brushing techniques. Enhancing knowledge through engaging educational tools such as puzzle games serves as a strategic preventive measure that can be implemented at an early age. Purpose: To improve students' knowledge of tooth-brushing techniques through oral health education utilizing puzzle games. Method: This community service activity was conducted at SDN 7 Baranti, Sidenreng Rappang Regency, on November 28–29, 2025. The initiative aimed to educate students at SDN 7 Baranti on the correct method of brushing their teeth. Forty-seven students participated in the activity. The material was delivered via interactive lectures combined with the use of illustrated puzzle games. Student knowledge was assessed using a 12-item multiple-choice questionnaire covering parameters related to tooth-brushing for oral health. Knowledge acquisition was evaluated using a pre-test and post-test design. The results were presented descriptively and analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test to determine the effectiveness of the community service activity. Results: The study showed that the mean age of participants was 10.11 years, with the majority (30 participants; 63.9%) being 10 years old. Most participants were female (28 participants; 59.6%). Following the educational activity, participants' knowledge levels improved; 30 participants (63.8%) fell into the "good" category and 17 (36.2%) into the "sufficient" category. Statistical analysis yielded a Z-score of -5.797 with a p-value < 0.000 (p < 0.05). Conclusion: Educational activities utilizing puzzle games were highly effective in increasing students' knowledge regarding tooth brushing. Enhancing this knowledge directly contributes to healthy behavioral changes by translating cognitive understanding into appropriate clinical actions. Increased knowledge serves as the fundamental basis for forming positive attitudes, which ultimately fosters the establishment of healthier, permanent habits. Suggestion: It is recommended that schools and health professionals integrate puzzle-based dental health education into the School Dental Health Program (UKGS) as a sustainable effort to improve the oral health of elementary school students. Keywords: Dental health; Elementary school-aged children; Puzzle media; Tooth-brushing knowledge Pendahuluan: Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah di SDN 7 Baranti masih cukup tinggi, salah satunya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang cara menyikat gigi yang benar. Peningkatan pengetahuan melalui media edukasi yang menarik, seperti permainan puzzle, merupakan upaya preventif yang strategis sejak dini. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan menyikat gigi pada siswa melalui edukasi kesehatan gigi menggunakan media permainan puzzle. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SDN 7 Baranti Kabupaten Sidenreng Rappang pada tanggal 28–29 November 2025. Sasaran kegiatan adalah memberikan pengetahuan mengenai cara menyikat gigi yang benar pada siswa kelas SDN 7 Baranti. Kegiatan diikuti sebanyak 47 siswa untuk menjadi partisipan. Penyampaian materi dilakukan melalui ceramah interaktif yang dipadukan dengan media permainan puzzle bergambar. Pengukuran pengetahuan siswa dilakukan menggunakan instrumen kuesioner sebanyak 12 pertanyaan pilihan ganda yang mencakup parameter pengetahuan menyikat gigi untuk kesehatan gigi dan mulut. Sistematika evaluasi pencapaian pengetahuan dilakukan melalui rancangan pretest dan posttest. Penyampaian hasil evaluasi disajikan secara deskriptif serta dianalisis menggunakan uji statistic Wilcoxon Signed Rank Test untuk menilai efektivitas kegiatan pengabdian. Hasil: Menunjukkan bahwa rata-rata usia partisipan adalah 10.11 tahun dan mayoritas berada di usia 10 tahun yaitu sebanyak 30 partisipan (63.9%). Sebagian besar partisipan berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 28 partisipan (59.6%). Sedangkan tingkat pengetahuan partisipan setelah kegiatan edukasi mengalami peningkatan secara proporsional menjadi sebanyak 30 partisipan (63.8%) kategori baik dan sebanyak 17 partisipan (36.2%) kategori cukup dari sebelum kegiatan edukasi. Sedangkan berdasarkan uji statistik mendapatkan nilai Z sebesar -5.797 dengan p-value<0.000 (p<0.05). Simpulan: Kegiatan edukasi dengan media permainan puzzle sangat efektif dan berhasil meningkatkan pengetahuan menyikat gigi pada siswa. Meningkatkan pengetahuan menyikat gigi pada siswa secara langsung berkontribusi terhadap perubahan perilaku sehat dengan cara mengubah pemahaman kognitif menjadi tindakan klinis yang tepat. Peningkatan pengetahuan merupakan fondasi utama yang membentuk sikap positif, yang pada akhirnya mendorong terbentuknya kebiasaan baru yang lebih sehat secara permanen. Saran: Disarankan agar pihak sekolah dan petugas kesehatan mengintegrasikan edukasi kesehatan gigi berbasis media puzzle ke dalam program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut anak sekolah dasar.