Hana Nuzula Furqonia
Universitas Yatsi Madani, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Terapi fungsi motorik halus pada lansia melalui aktifitas kerajinan gelang tangan dari manik-manik Siti Robeatul Adawiyah; Hana Nuzula Furqonia; Nadila Hamda Prihatni; Nadia Artika Mulya Sari; Lenny Anggitawati; Heriyanah Heriyanah; Jihan Syakira; Isti Monalisa; Muhammad Agung Permana; Titik Widyastuti
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 6 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i6.4302

Abstract

Background: A decline in fine motor skills is a common issue among the elderly resulting from the aging process. This condition can make it difficult for them to perform daily activities requiring hand and finger coordination. One non-pharmacological intervention to help maintain and improve fine motor skills is group activity therapy involving the crafting of beaded bracelets. This activity engages hand-eye coordination, precision, and concentration, thereby serving as effective stimulation for the elderly. Purpose: To improve fine motor skills in the elderly through group activity therapy involving the crafting of beaded bracelets. Method: This activity was a community service initiative conducted on April 14, 2026, at the Marfati Social Institution for the Elderly (PSTW Marfati) in Tangerang City. The participants consisted of 30 elderly individuals who were physically stable and capable of participating in group activities. The initiative aimed to maintain memory and exercise the concentration of individuals aged over 60 who were experiencing reduced muscle strength affecting their fine motor skills. Evaluation was conducted descriptively through observation, focusing on participant engagement, the ability to follow instructions, hand coordination, concentration, social interaction, mood, and the finished products created by the participants. Results: Changes were observed in cognitive aspects, specifically an improvement in memory function; the majority of participants were able to follow instructions well and actively engage in the bead-making process. Regarding fine motor skills, improvements were noted in hand-eye coordination for identifying shapes and stringing beads, as well as a reduction in hand muscle stiffness. Psychosocial aspects showed a calmer demeanor, an increased ability to concentrate, and reduced susceptibility to frustration or anger; participants experienced enjoyment and satisfaction, exhibited more cooperative behavior, and found it easier to interact with fellow seniors. Conclusion: Implementing group activity therapy involving the creation of beaded bracelets offers significant benefits for the elderly, particularly in exercising fine motor skills. This activity fosters an enjoyable atmosphere, encourages greater activity among seniors, and positively influences their psychosocial well-being. This therapeutic activity is effective and beneficial for enhancing fine motor skills while supporting the overall well-being and quality of life of the elderly. Keywords: Beaded bracelets; Elderly cognition; Fine motor skills; Psychosocial; Therapeutic activity Pendahuluan: Penurunan kemampuan motorik halus pada lansia merupakan salah satu masalah yang sering terjadi akibat proses penuaan. Kondisi ini dapat menyebabkan lansia mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari yang memerlukan koordinasi tangan dan jari. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu mempertahankan dan meningkatkan kemampuan motorik halus adalah terapi aktivitas kelompok melalui kegiatan membuat kerajinan gelang tangan dari manik-manik. Kegiatan ini melibatkan koordinasi mata dan tangan, ketelitian, serta konsentrasi sehingga dapat menjadi stimulasi yang baik bagi lansia. Tujuan: Untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada lansia melalui terapi aktivitas kelompok membuat kerajinan gelang tangan dari manik-manik. Metode: Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada tanggal 14 April 2026 di PSTW Marfati Kota Tangerang. Peserta kegiatan berjumlah 30 lansia dengan kondisi fisik relatif stabil dan mampu mengikuti aktivitas kelompok. Sasaran dalam kegiatan ini adalah mempertahankan daya ingat dan melatih konsentrasi lansia berusia >60 tahun yang mengalami penurunan kekuatan otot dan memengaruhi kemampuan motorik halus. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi berdasarkan keterlibatan peserta dan kemampuan mengikuti instruksi, koordinasi tangan, konsentrasi, interaksi sosial, suasana hati, serta hasil karya peserta. Hasil: Menunjukkan perubahan pada aspek kognitif yaitu terdapat peningkatan kemampuan aspek memori, sebagian besar mampu mengikuti instruksi dengan baik, dan terlibat aktif dalam proses pembuatan manik-manik. Sedangkan pada aspek motorik halus menunjukkan perubahan baik mengenai kemampuan mata dan tangan dalam mengidentifikasi bentuk dan merangkai manik-manik dan berkurangnya kekakuan otot tangan. Sedangkan pada aspek psikososial menunjukkan sikap terlihat lebih tenang, mampu berkonsentrasi lebih lama, dan tidak mudah frustrasi atau marah, memberikan rasa senang, menunjukkan ekspresi kepuasan, perilaku menjadi lebih kooperatif, dan lebih mudah berinteraksi dengan sesama lansia. Simpulan: Pelaksanaan terapi aktivitas kelompok dengan kegiatan membuat gelang tangan dari manik-manik memberikan manfaat yang baik bagi lansia, khususnya dalam melatih kemampuan motorik halus. Kegiatan ini juga menciptakan suasana yang menyenangkan dan membuat lansia lebih aktif dan memberikan pengaruh positif terhadap kondisi psikososial lansia. Kegiatan terapi terapeutik ini efektif dan bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan motorik halus sekaligus mendukung kesejahteraan dan kualitas hidup lansia.