Background: Diabetes mellitus is a non-communicable disease with a steadily rising prevalence, particularly among the productive age group, thereby impacting the community's quality of life and productivity. Early symptoms such as frequent urination, excessive thirst, excessive hunger, tingling sensations, and fatigue are often overlooked, creating a risk of serious complications. Limited public knowledge regarding the prevention, management, and early detection of diabetes mellitus is a factor that exacerbates the situation. Purpose: To enhance public knowledge about diabetes mellitus through health education and diabetes-specific exercise sessions. Method: This community service activity involved community nursing care delivered via health education, conducted from April 17 to 20, 2026, in Alam Jaya Urban Village, Jatiuwung District, Tangerang City. The activity targeted adults and the elderly who had a history of diabetes mellitus or possessed potential risk factors. Forty individuals participated as respondents. Levels of knowledge and understanding were assessed using a one-group pretest-posttest design, utilizing questionnaires administered before (pretest) and after (posttest) the educational session. Health status was evaluated based on observations of random blood glucose level measurements. The activity's success was assessed descriptively based on improvements in participants' knowledge, increased community participation in health activities, and changes in community behavior regarding the prevention and control of diabetes mellitus. Results: The study showed that the mean age of respondents was 55.2 years, with the majority (32 respondents or 80.0%) falling within the 45–59 age range. Most respondents were female (70.0%). Regarding knowledge levels prior to the educational activity, 26 respondents (65.0%) were in the "good" category, 8 (20.0%) were "fair," and 6 (15.0%) were "poor"; following the educational activity, there was a proportional improvement, with 37 respondents (92.5%) reaching the "good" category and 3 (7.5%) the "fair" category. Meanwhile, the respondents' mean random blood glucose level decreased from 167.71 mg/dL at the pre-test to 151.88 mg/dL at the post-test. Conclusion: Educational activities incorporating diabetes exercise interventions are highly effective in improving public knowledge and understanding of diabetes. Health screenings and blood glucose measurements motivate the community to manage diabetes, particularly by fostering awareness regarding the adoption of healthy lifestyles and regular physical activity. Suggestion: Healthcare facilities are encouraged to provide periodic and sustained education involving diabetes exercises to reach a wider audience; this approach can serve as a preventive measure against diabetes within the community. Keywords: Diabetes exercise; Diabetes mellitus; Health education; Prevention Pendahuluan: Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama pada kelompok usia produktif, sehingga berdampak pada kualitas hidup dan produktivitas masyarakat. Gejala awal seperti sering buang air kecil, rasa haus berlebihan, lapar berlebihan, kesemutan, dan kelelahan sering kali diabaikan sehingga berisiko menimbulkan komplikasi serius. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan, pengelolaan, dan deteksi dini diabetes mellitus menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi tersebut. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang diabetes mellitus melalui penyuluhan kesehatan dan senam diabetes. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan asuhan keperawatan komunitas melalui edukasi kesehatan yang dilaksanakan dari tanggal 17-20 April 2026 di Kelurahan Alam Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang. Sasaran kegiatan adalah penerapan senam pada masyarakat usia dewasa dan lansia yang memiliki riwayat diabetes melitus atau berpotensi memiliki faktor risiko. Kegiatan diikuti 40 orang untuk menjadi responden. Pengukuran tingkat pengetahuan dan pemahaman responden dilakukan dengan pendekatan one group pretest and posttest design menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah kegiatan edukasi (posttest). Pemeriksaan kesehatan di evaluasi berdasarkan observasi dari pengukuran kadar gula darah sewaktu. Keberhasilan kegiatan dinilai secara deskriptif berdasarkan peningkatan pengetahuan peserta, peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan kesehatan, serta perubahan perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian diabetes melitus. Hasil: Menunjukkan bahwa usia rata-rata responden adalah 55.2 tahun dan mayoritas berada direntang usia 45-59 tahun yaitu sebanyak 32 responden (80.0%). Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (70.0%). Tingkat pengetahuan responden sebelum kegiatan edukasi adalah sebanyak 26 responden (65.0%) kategori baik, sebanyak 8 responden (20.0%) kategori cukup, dan sebanyak 6 responden (15.0%) kategori kurang, sedangkan setelah kegiatan edukasi mengalami peningkatan secara proporsional menjadi sebanyak 37 responden (92.5%) kategori baik dan sebanyak 3 responden (7.5%) kategori cukup. Sedangkan rata-rata nilai gula darah sewaktu responden mengalami penurunan dari 167.71 mg/dL pada saat pretest menjadi 151.88 mg/dL pada posttest. Simpulan: Kegiatan edukasi dengan intervensi senam diabetes sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang diabetes pada masyarakat. Melalui pemeriksaan kesehatan dan pengukuran kadar gula darah memberikan motivasi pada masyarakat dalam pengendalian diabetes terutama kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat dan aktivitas fisik secara teratur. Saran: Diharapkan kepada fasilitas kesehatan untuk memberikan edukasi dengan senam diabetes secara berkala dan berkelanjutan sebagai upaya peningkatan pengetahuan tentang diabetes kepada masyarakat yang lebih luas, sehingga kegiatan senam diabetes dapat menjadi salah satu solusi pencegahan terjadinya diabetes di masyarakat.