Aryanti Dewi Safitri
Universitas Buana Perjuangan Karawang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Norma Sosial, Budaya Lingkungan Dan Regulasi Lingkungan Terhadap Kinerja Sosial Aryanti Dewi Safitri; Yanti Yanti; Dian Purwandari
Bursa : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 3 (2026): September 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jeb.v5i3.2243

Abstract

UMKM batik di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki keterlekatan yang kuat dengan masyarakat lokal, pekerja, dan nilai budaya, tetapi aktivitas produksinya juga dapat menimbulkan tantangan sosial dan lingkungan bagi masyarakat sekitar. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memahami faktor-faktor yang membentuk kinerja sosial UMKM batik dalam menjalankan aktivitas usahanya. Penelitian ini menganalisis pengaruh norma sosial, budaya lingkungan, dan regulasi lingkungan terhadap kinerja sosial UMKM batik di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan menggunakan Social Embeddedness Theory, penelitian ini mengkaji bagaimana konteks sosial dan institusional membentuk kinerja sosial UMKM batik. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dari 100 UMKM batik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma sosial dan budaya lingkungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja sosial, sedangkan regulasi lingkungan tidak berpengaruh signifikan. Nilai R² sebesar 0,469 menunjukkan bahwa model menjelaskan 46,9% variasi kinerja sosial, sementara faktor lain di luar model juga dapat berkontribusi. Dengan mengintegrasikan faktor sosial, budaya, dan institusional formal dalam satu kerangka. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman mengenai bagaimana keterlekatan kontekstual membentuk kinerja sosial UMKM. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai sosial dan lingkungan dapat melengkapi peran regulasi lingkungan formal dalam mendukung kinerja sosial UMKM batik.   Batik MSMEs in Yogyakarta are closely embedded in local communities, workers, and cultural values, while their production activities may also create social and environmental challenges for surrounding communities. This context highlights the importance of understanding the factors that shape the social performance of Batik MSMEs in conducting their business activities. This study examines the effects of social norms, environmental culture, and environmental regulations on the social performance of Batik MSMEs in Yogyakarta. Drawing on Social Embeddedness Theory, this study investigates how social and institutional contexts shape the social performance of Batik MSMEs. Primary data were collected through questionnaires from 100 Batik MSMEs selected using purposive sampling and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that social norms and environmental culture have positive and significant effects on social performance, whereas environmental regulations do not have a significant effect. The R² value of 0.469 indicates that the model explains 46.9% of the variance in social performance, while other factors outside the model may also contribute. This study contributes by integrating social, cultural, and formal institutional factors into a framework for explaining MSME social performance within its embedded business context. The findings suggest that social and environmental values can complement formal environmental regulation in supporting the social performance of Batik MSMEs.