Dina Nurdiana
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Raflesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Dukungan Emosional Keluarga Dengan Resiko Burnout Akademik Pada Remaja Gen Z Di Lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan Annisa 3 Bogor Adinda Khoiriyah Putri; Dina Nurdiana; Imansyah Abd Latif Ode
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1226

Abstract

Burnout akademik merupakan masalah kesehatan mental yang banyak dialami remaja Generasi Z akibat meningkatnya tuntutan akademik dan perkembangan era digital. Dukungan emosional dari keluarga menjadi faktor protektif yang penting dalam mengurangi risiko burnout akademik pada remaja. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara dukungan emosional keluarga dan burnout akademik pada remaja Generasi Z di SMK Kesehatan Annisa 3 Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan metode cross-sectional. Sebanyak 110 responden dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan emosional keluarga serta Maslach Burnout Inventory–Student Survey (MBI-SS), kemudian dianalisis memakai uji Spearman Rank. Hasil menunjukkan 50,9% responden memperoleh dukungan emosional kategori sedang, sedangkan 46,4% mengalami burnout akademik pada kategori sedang. Uji Spearman Rank menunjukkan hubungan yang signifikan antara kedua variabel (p=0,000; r=-0,420). Nilai korelasi negatif dengan kekuatan sedang mengindikasikan bahwa semakin tinggi dukungan emosional yang diterima remaja, semakin rendah risiko burnout akademik. Temuan ini juga menunjukkan bahwa dukungan emosional keluarga berkontribusi terhadap tingkat burnout akademik, meskipun bukan satu-satunya faktor yang memengaruhinya. Oleh sebab itu, keluarga perlu memperkuat komunikasi, meningkatkan kepedulian, dan memberikan dukungan emosional secara berkelanjutan untuk mencegah burnout akademik pada remaja Generasi Z.