Burnout akademik merupakan masalah kesehatan mental yang banyak dialami remaja Generasi Z akibat meningkatnya tuntutan akademik dan perkembangan era digital. Dukungan emosional dari keluarga menjadi faktor protektif yang penting dalam mengurangi risiko burnout akademik pada remaja. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara dukungan emosional keluarga dan burnout akademik pada remaja Generasi Z di SMK Kesehatan Annisa 3 Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan metode cross-sectional. Sebanyak 110 responden dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan emosional keluarga serta Maslach Burnout Inventory–Student Survey (MBI-SS), kemudian dianalisis memakai uji Spearman Rank. Hasil menunjukkan 50,9% responden memperoleh dukungan emosional kategori sedang, sedangkan 46,4% mengalami burnout akademik pada kategori sedang. Uji Spearman Rank menunjukkan hubungan yang signifikan antara kedua variabel (p=0,000; r=-0,420). Nilai korelasi negatif dengan kekuatan sedang mengindikasikan bahwa semakin tinggi dukungan emosional yang diterima remaja, semakin rendah risiko burnout akademik. Temuan ini juga menunjukkan bahwa dukungan emosional keluarga berkontribusi terhadap tingkat burnout akademik, meskipun bukan satu-satunya faktor yang memengaruhinya. Oleh sebab itu, keluarga perlu memperkuat komunikasi, meningkatkan kepedulian, dan memberikan dukungan emosional secara berkelanjutan untuk mencegah burnout akademik pada remaja Generasi Z.
Copyrights © 2026