Membaca permulaan, yaitu tahapan di mana peserta didik mulai belajar mengenal huruf, membentuk suku kata, membaca kata sederhana, hingga mampu memahami kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik kelas I SDN 12 Palangka dengan menggunakan model Problem Base d Learning (PBL) berbantuan media kotak bicara dan untuk mendeskripsikan aktivitas mengajar guru dan belajar peserta didik kelas I SDN 12 Palangka dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media kotak bicara.Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran.Hasil penelitian menunjukan bahwa pada siklus I, perolehan nilai rata-rata kemampuan membaca permulaan mengalami peningkatan dengan perolehan 72,5 dan ketuntasan klasikal mencapai 62,5%. Pada tahap pelaksanaan siklus II, perolehan nilai rata-rata kemampuan membaca permulaan peserta didik mengalami peningkatan di banding siklus I dengan perolehan 86,25 dan ketuntasan klasikal mencapai 87,5%. Sedangkan, aktivitas mengajar guru siklus I, perolehan skor aktivitas guru memperoleh skor 3,06 dengan kategori baik dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 3,75 dengan kategori sangat baik. Aktivitas belajar peserta didik Pada siklus I, perolehan skor aktivitas peserta didik memperoleh skor 2,63 dengan kategori cukup baik dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 3,45 dengan kategori baik.Kondisi tersebut menunjukan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media kotak bicara dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan.