This Author published in this journals
All Journal Sangkalemo
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI DENGAN MEDIA PAPIN (PAPAN PINTAR) PADA SISWA KELAS V Kamala Asrih Sastri; Joni Bungai; Carolina Fransiska
Sangkalemo : The Elementary School Teacher Education Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Juli
Publisher : PGSD FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/sangkalemo.v4i2.20936

Abstract

This research is based on the low communication skills of students in Indonesian learning, especially in the material "Unique and Interesting Events". This research aims to improve the communication skills of grade V (five) students of SD Negeri 3 Pahandut through the use of PAPIN (Smart Board) media in Indonesian learning material "Unique and Interesting Events". The background of this research is the low communication skills of students, both verbally and in writing, as well as the lack of use of varied and interesting learning media. This research is a Class Action Research (PTK) with the Kemmis and McTaggart models which is carried out in two cycles. The subjects in this study were 22 students of class V (five) of SD Negeri 3 Pahandut. The data collection technique uses observation, tests, and documentation, which are analyzed descriptively quantitatively. The results of this study show that the use of PAPIN media can improve students' communication skills. The average score of students' communication skills increased from 49.18 in pre-action, to 58 in cycle I, and reached 76.6 in cycle II. In addition, students' learning activities also increased from the category of being quite active in cycle I to being very active in cycle II. This improvement shows that PAPIN media is effective in creating an active, fun learning atmosphere, opinions, and orally. Thus, the use of PAPIN media can be used as an alternative learning strategy to improve the skills of students in elementary school, especially in Indonesian lessons.
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS CERITA PENDEK MELALUI PERMAINAN MISTERY BOX PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SDN 4 PALANGKA Julianti, Adila Dwi; Roso Sugiyanto; Carolina Fransiska
Sangkalemo : The Elementary School Teacher Education Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Juli
Publisher : PGSD FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/sangkalemo.v4i2.21386

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya keterampilan menulis cerita pendek pada siswa kelas V SDN 4 Palangka, yang disebabkan oleh kurang optimalnya penggunaan media pembelajaran yang menarik, minimnya kesempatan siswa untuk berlatih menulis, serta rendahnya kepercayaan diri dalam menuangkan ide secara tertulis. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek melalui permainan mistery box pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitin ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Dirincikan dengan adanya siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 29 peserta didik kelas V SDN 4 Palangka dan 1 guru kelas V SDN 4 Palangka. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan tes dan observasi. Instrumen yang digunakan meliputi tes menulis cerita pendek dan lembar observasi aktivitas guru dan peserta didik. Data dianalisis secara kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan keterampilan menulis cerita pendek peserta didik pada setiap siklus. Pada pra tindakan, nilai rata-rata peserta didik sebesar 47,34 dan ketuntasan klasikal sebesar 13,8% dengan kategori tidak tuntas. Pada siklus I nilai rata-rata peserta didik meningkat menjadi 62,38 dan ketuntasan klasikal sebesar 58,6% dengan kategori tidak tuntas. Pada siklus II nilai rata-rata peserta didik semakin meningkat menjadi 74,1 dan ketuntasan klasikal sebesar 82,8% dengan kategori tuntas. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media permainan mistery box pada mata pelajaran bahasa Indonesia materi menulis cerita pendek dapat meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek dan aktivitas pembelajaran menjadi lebih baik.
Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Dengan Menggunakan Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Kotak Bicara Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 1 SDN 12 Palangka Tahun Ajaran 2025/2026 Sonia; Carolina Fransiska; Femmy
Sangkalemo : The Elementary School Teacher Education Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : PGSD FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/sangkalemo.v5i1.23295

Abstract

Membaca permulaan, yaitu tahapan di mana peserta didik mulai belajar mengenal huruf, membentuk suku kata, membaca kata sederhana, hingga mampu memahami kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik kelas I SDN 12 Palangka dengan menggunakan model Problem Base d Learning (PBL) berbantuan media kotak bicara dan untuk mendeskripsikan aktivitas mengajar guru dan belajar peserta didik kelas I SDN 12 Palangka dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media kotak bicara.Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran.Hasil penelitian menunjukan bahwa pada siklus I, perolehan nilai rata-rata kemampuan membaca permulaan mengalami peningkatan dengan perolehan 72,5 dan ketuntasan klasikal mencapai 62,5%. Pada tahap pelaksanaan siklus II, perolehan nilai rata-rata kemampuan membaca permulaan peserta didik mengalami peningkatan di banding siklus I dengan perolehan 86,25 dan ketuntasan klasikal mencapai 87,5%. Sedangkan, aktivitas mengajar guru siklus I, perolehan skor aktivitas guru memperoleh skor 3,06 dengan kategori baik dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 3,75 dengan kategori sangat baik. Aktivitas belajar peserta didik Pada siklus I, perolehan skor aktivitas peserta didik memperoleh skor 2,63 dengan kategori cukup baik dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 3,45 dengan kategori baik.Kondisi tersebut menunjukan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media kotak bicara dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan.