Muhammad Khasan Basri
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tantangan Demokrasi Digital di Indonesia dalam Perspektif Nilai-Nilai Islam: Polarisasi Politik, Literasi Digital, dan Etika Bermedia Sosial syahrudin, fahmy; Ahmad Fathi Dhiaul haq; Muhammad Khasan Basri; Tatik Farikhah; Nasywa Lu’lu; Naisa Dwi; Izzatul Jannah; Safira Dwi Aprilia
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 03 (2026): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v3i03.11917

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah membawa perubahan signifikan terhadap pola komunikasi, partisipasi, dan penyebaran informasi dalam kehidupan demokrasi di Indonesia. Berbagai penelitian sebelumnya telah membahas demokrasi digital, polarisasi politik, hoaks, dan literasi digital, tetapi kajian yang mengintegrasikan persoalan tersebut dengan nilai-nilai etika Islam dalam membangun perilaku demokratis di ruang digital masih perlu diperkuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan demokrasi digital di Indonesia, khususnya polarisasi politik, penyebaran hoaks, dan rendahnya literasi digital, serta mengkaji relevansinya dengan nilai-nilai Islam dalam membangun etika bermedia sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan sumber relevan lainnya yang berkaitan dengan demokrasi digital, media sosial, literasi digital, dan etika Islam. Data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui proses identifikasi, klasifikasi, perbandingan, dan interpretasi terhadap berbagai temuan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa demokrasi digital di Indonesia menghadapi tantangan berupa meningkatnya polarisasi politik, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, rendahnya kemampuan masyarakat dalam mengevaluasi informasi, serta munculnya konflik dan intoleransi di ruang digital. Perspektif Islam menawarkan landasan etis melalui nilai tabayyun, keadilan, amanah, ukhuwah, toleransi, dan tanggung jawab dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Nilai-nilai tersebut dapat memperkuat kualitas partisipasi masyarakat sekaligus mencegah penyalahgunaan media sosial yang dapat mengancam persatuan. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengintegrasian nilai-nilai etika Islam dengan kajian demokrasi digital sebagai pendekatan untuk membangun literasi digital yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi juga pada pembentukan moral dan tanggung jawab sosial.