Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ciptakan Generasi Sukses Masa Depan Melalui Program Tahfidz Al-Qur’an, Bilingual, dan Agama di MA Perguruan Mu’allimat Cukir Jombang Syahrudin, Fahmy; Syamsudin Ali; Abd Manan
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 02 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v2i02.7848

Abstract

Mempersiapkan generasi yang sukses di masa depan adalah impian setiap orang tua dan tujuan utama lembaga pendidikan. Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPM) menghadirkan solusi. Dengan kurikulum yang holistik dan pendekatan pembelajaran yang terintegrasi, MAPM berupaya menyiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dunia sambil tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip agama dan nilai-nilai lokalPenelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan. Metode kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan data statistik dan angka yang dapat diukur, sedangkan metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pengalaman dan pandangan subjek1. Program Tahfidz Al-Qur’an Program Tahfidz Al-Qir''an di MAPM juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan keagamaan dan kompetisi membaca Al-Qur''an. 2. Program Bilingual Program bilingual di MAPM merupakan salah satu inovasi pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing bagi siswa. Dengan adanya program ini, siswa akan memiliki kesempatan untuk belajar dan berkomunikasi dalam dua bahasa yang berbeda, sehingga dapat membuka lebih banyak peluang di masa depan 3. Program agama Program Agama di MAPM bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai keagamaan dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Penekanan pada peran program Tahfidz Al-Qir''an, Bilingual, dan Agama dalam menciptakan generasi masa depan yang sukses dan berakhlak mulia sangatlah penting. Program-program ini tidak hanya memberikan pengetahuan agama yang kuat, tetapi juga melatih siswa untuk menjadi individu yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki integritas yang tinggi.
Dampak Yuridis Dispensasi Kawin Terhadap Perlindungan Anak Dalam Hukum Keluarga Islam Syahrudin, Fahmy; Akbar Salama
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 01 (2026): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v3i01.10848

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak yuridis dispensasi kawin terhadap perlindungan anak dalam perspektif Hukum Keluarga Islam. Latar belakang studi ini berangkat dari meningkatnya permohonan dispensasi kawin meskipun batas usia perkawinan telah dinaikkan oleh Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas perlindungan anak dalam praktik. Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan menganalisis regulasi, putusan pengadilan agama, serta literatur fikih dan kajian kontemporer mengenai perkawinan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dispensasi kawin masih menjadi celah hukum yang melegalkan perkawinan anak, sehingga membawa implikasi serius terhadap hak anak, seperti kesehatan reproduksi, pendidikan, status nasab, nafkah, dan warisan. Temuan juga mengungkap adanya ketegangan antara tujuan normatif perlindungan anak dan realitas sosial yang mendorong hakim mengabulkan permohonan dispensasi. Dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah, sebagian praktik dispensasi tidak sejalan dengan prinsip kemaslahatan karena berpotensi menimbulkan mudarat bagi anak di masa depan. Kesimpulannya, dispensasi kawin perlu diterapkan secara ketat dan komprehensif dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak, serta didukung edukasi sosial dan pembaruan kebijakan agar tujuan perlindungan anak dapat terwujud secara optimal.
Tantangan Demokrasi Digital di Indonesia dalam Perspektif Nilai-Nilai Islam: Polarisasi Politik, Literasi Digital, dan Etika Bermedia Sosial syahrudin, fahmy; Ahmad Fathi Dhiaul haq; Muhammad Khasan Basri; Tatik Farikhah; Nasywa Lu’lu; Naisa Dwi; Izzatul Jannah; Safira Dwi Aprilia
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 03 (2026): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v3i03.11917

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah membawa perubahan signifikan terhadap pola komunikasi, partisipasi, dan penyebaran informasi dalam kehidupan demokrasi di Indonesia. Berbagai penelitian sebelumnya telah membahas demokrasi digital, polarisasi politik, hoaks, dan literasi digital, tetapi kajian yang mengintegrasikan persoalan tersebut dengan nilai-nilai etika Islam dalam membangun perilaku demokratis di ruang digital masih perlu diperkuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan demokrasi digital di Indonesia, khususnya polarisasi politik, penyebaran hoaks, dan rendahnya literasi digital, serta mengkaji relevansinya dengan nilai-nilai Islam dalam membangun etika bermedia sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan sumber relevan lainnya yang berkaitan dengan demokrasi digital, media sosial, literasi digital, dan etika Islam. Data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui proses identifikasi, klasifikasi, perbandingan, dan interpretasi terhadap berbagai temuan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa demokrasi digital di Indonesia menghadapi tantangan berupa meningkatnya polarisasi politik, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, rendahnya kemampuan masyarakat dalam mengevaluasi informasi, serta munculnya konflik dan intoleransi di ruang digital. Perspektif Islam menawarkan landasan etis melalui nilai tabayyun, keadilan, amanah, ukhuwah, toleransi, dan tanggung jawab dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Nilai-nilai tersebut dapat memperkuat kualitas partisipasi masyarakat sekaligus mencegah penyalahgunaan media sosial yang dapat mengancam persatuan. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengintegrasian nilai-nilai etika Islam dengan kajian demokrasi digital sebagai pendekatan untuk membangun literasi digital yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi juga pada pembentukan moral dan tanggung jawab sosial.