Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah gizi yang memerlukan pendekatan berbasis pangan lokal dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Ibu-Ibu PKK dalam memahami KEK serta mengolah ikan tuna dan daun kelor menjadi produk pangan inovatif. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bongkudai Induk dengan melibatkan Ibu-Ibu PKK. Metode kegiatan meliputi edukasi tentang KEK dan gizi ibu hamil, demonstrasi, praktik langsung pembuatan crackers ikan tuna dan daun kelor, serta pendampingan penggunaan teknologi tepat guna dalam proses produksi. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner melalui pre-test dan post-test, sedangkan keterampilan produksi dinilai menggunakan lembar observasi dengan beberapa indikator penilaian. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti kegiatan. Peserta juga berhasil mempraktikkan tahapan pengolahan ikan tuna dan daun kelor hingga menghasilkan prototipe crackers serta melakukan pengemasan menggunakan peralatan yang diperkenalkan dalam kegiatan. Kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan Ibu-Ibu PKK dalam pemanfaatan pangan lokal dan proses produksi crackers. Produk yang dihasilkan merupakan prototipe yang berpotensi dikembangkan sebagai alternatif makanan tambahan berbasis pangan lokal, namun diperlukan pengujian lebih lanjut terhadap kandungan gizi, keamanan pangan, mutu, daya simpan, dan penerimaan produk sebelum direkomendasikan untuk konsumsi ibu hamil dengan KEK.