Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMANDIRIAN PUS MENJADI AKSEPTOR KB SUNTIK DI PKM PALAKKA Muzayyana, Muzayyana
Gema Wiralodra Vol 11 No 1 (2020): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v11i1.95

Abstract

Kelompok  Pasangan Usia Subur (PUS) merupakan salah satu kelompok  yang  mendapat  perhatian khusus dari pemerintah karena kelompok ini dianggap mampu membantu mengurangi terjadinya kepadatan atau lonjatan penduduk. Jumlah PUS di Wilayah Puskesmas Palakka tahun 2013 sebanyak 1.050 sedangkan tahun 2014 sebanyak 2.041 dengan pencapaian akseptor KB aktif sebanyak 598 peserta dengan rincian metode kontrasepsi sebagai berikut: Pil sebanyak 244 peserta, suntikan sebanyak 265 peserta, Kondom sebanyak 9 peserta, Implant sebanyak 74 peserta, IUD sebanyak 3 peserta dan MO sebanyak 3 peserta. Tingkat kemandirian PUS untuk menjadi akseptor KB masih kurang. Rancangan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan Cross sectional study. Populasi seluruh PUS ber KB suntik yang berada di wilayah puskesmas Palakka Kabupaten Bone. Sampel penelitian sebanyak 31 PUS. Teknik pengambilan sampel yaitu Accidental Sampling. Hasil penelitian pendidikan (? value= 0,001) dan pengetahuan (? value = 0,002). Kesimpulan ada hubungan  pendidikan dan pengetahuan dengan kemandirian PUS menggunakan KB suntik.
Analisis Faktor Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Dalam Menghadapi Proses Persalinan Di Masa Pandemi Covid-19 Di Kota Kotamobagu Muzayyana, Muzayyana; Saleh, Sitti Nurul Hikma
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 6, No 3 (2021): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v6i3.9013

Abstract

Objective: Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologis dalam kehidupan dan perjuangan penuh risiko bagi seorang perempuan, Perasaan cemas seringkali menyertai pada masa kehamilan dan akan mencapai puncaknya pada saat persalinan. Kecemasan dialami oleh ibu hamil karena kurangnya pengetahuan dan dukungan dari keluarga, masyarakat, maupun lingkungan serta adanya penyakit yang dialami ibu menyebabkan kecemasan terhadap dirinya maupun bayinyaMethods: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan pendekatan observasional dengan alat bantu kuesioner. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu hamil trimester ketiga sebanyak 105 orang. Sampel sebanyak 65 orang. Dilaksanakan di seluruh Puskesmas di Kota Kotamobagu sebanyak 5 Puskesmas pada bulan Januari- Mei Tahun 2021, Untuk mengetahui faktor yang menyebabkan tingkat kecemasan ibu hamil trimester 3 di masa pandemi Covid-19 di Kota KotamobaguResults: Dapat di ketahui bahwa pendidikan ibu memiliki hubungan yang sangat kuat dengan kecemasan ibu hamil trimester 3 dalam masa pandemi covid-19 dengan nilai signifikan (P-V=0.028 < α=0.05). Tingkat stres pada ibu memiliki hubungan yang sangat kuat dengan kecemasan ibu hamil trimester 3 dalam masa pandemi covid-19 dengan nilai signifikan (P-V=0.013 < α=0.05).Conclusion:  Faktor pendidikan dan tingkat stres pada ibu hamil di wilayah Kota Kotamobagu memiliki pengaruh dan hubungan yang kuat terhadap tingkat kecemasan ibu hamil sehingga menimbulkan kecemasan yang berisiko.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMANDIRIAN PUS MENJADI AKSEPTOR KB SUNTIK DI PKM PALAKKA Muzayyana Muzayyana
Gema Wiralodra Vol. 11 No. 1 (2020): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v11i1.95

Abstract

Kelompok Pasangan Usia Subur (PUS) merupakan salah satu kelompok yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah karena kelompok ini dianggap mampu membantu mengurangi terjadinya kepadatan atau lonjatan penduduk. Jumlah PUS di Wilayah Puskesmas Palakka tahun 2013 sebanyak 1.050 sedangkan tahun 2014 sebanyak 2.041 dengan pencapaian akseptor KB aktif sebanyak 598 peserta dengan rincian metode kontrasepsi sebagai berikut: Pil sebanyak 244 peserta, suntikan sebanyak 265 peserta, Kondom sebanyak 9 peserta, Implant sebanyak 74 peserta, IUD sebanyak 3 peserta dan MO sebanyak 3 peserta. Tingkat kemandirian PUS untuk menjadi akseptor KB masih kurang. Rancangan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan Cross sectional study. Populasi seluruh PUS ber KB suntik yang berada di wilayah puskesmas Palakka Kabupaten Bone. Sampel penelitian sebanyak 31 PUS. Teknik pengambilan sampel yaitu Accidental Sampling. Hasil penelitian pendidikan (ρ value= 0,001) dan pengetahuan (ρ value = 0,002). Kesimpulan ada hubungan pendidikan dan pengetahuan dengan kemandirian PUS menggunakan KB suntik.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Masalah Ibu Hamil Mengonsumsi Tablet Fe di Wilayah Kerja Puskesmas Lolak Alhidayah; Muzayyana; Sitti Nurul Hikma Saleh; Agustin
Gema Wiralodra Vol. 13 No. 1 (2022): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v13i1.238

Abstract

Iron is a blood-added tablet that can overcome iron nutritional anemia that occurs in pregnant women. Fe tablets are mineral tablets that are needed for the formation of red blood cells (Hemoglobin). This Fe tablet was given as many as 90 grains during her pregnancy. WHO states that there are 40% of maternal deaths in developing countries and the most common is anemia. In Indonesia reached 33.1% anemia occurred. After conducting research in the Lolak Health Center Work Area in 2021, out of 85 respondents, only 30 (35.3%) pregnant women were obedient to consuming Fe tablets. The purpose of this study is to find out what are the factors that influence the level of laziness of pregnant women in consuming Fe tablets in the Lolak Health Center Work Area in 2021. This research method uses an observational design with a Cross Sectional Study research design with a quantitative approach. With a population of pregnant women in the Lolak Health Center working area, which amounted to 51 respondents. The conclusion from this study that there is a relationship between knowledge factors (pvalue = 0.000), side effects (pvalue = 0.003), motivation (pvalue = 0.000) and family support (pvalue = 0.000) with the level of laziness of pregnant women in consuming Fe tablets, it can be concluded that there is a relationship between knowledge and the level of laziness of pregnant women in consuming Fe tablets. Suggestions in this study are for pregnant women to increase their compliance in consuming Fe tablets.
ANALISIS FAKTOR MULTIPARA DAN STATUS KERJA IBU DENGAN PEMBERIAN MP-ASI DINI PADA BAYI UMUR 0-6 BULAN DI PUSKESMAS MOTOBOI KECIL Muzayyana Muzayyana
IMJ (Indonesian Midwifery Journal) Vol 4, No 1 (2020): IMJ (Indonesian Midwifery Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/imj.v4i1.3909

Abstract

Makanan Pendamping Air Susu Ibu (ASI) yang di berikan terlalu dini sebelum bayi berusia ≥6 bulan dapat berisiko obesitas, serta asupan makanan dan minuman kecuali ASI berakibat imunitas bayi menurun dan terjadi alergi sehingga meningkatkan keadaan sakit pada bayi, sehingga mengganggu tumbuh kembang bayi. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional dengan pendekatan observasi, dilakukan padabulan Juli-Agustus Tahun 2020. Populasi a penelitian berjumlah 169 bayi. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 31 responden, sampel di tentukan berdasarkan rumus slovin. Diketahui bahwa hubungan paritas dengan pemberian MP-ASI sangat signifikan (P=0.000) dan terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan pemberian MP-ASI (P=0.0147). Terdapat hubungan antara paritas dengan pemberian MP-ASI dini, Ibu dengan paritas tinggi lebih berisiko melakukan Pemberian MP-ASI dini pada bayinya. Paritas multipara lebih dominan memberikan MP-ASI dini pada bayinya. Terdapat hubungan antara ibu yang bekerja dengan pemberian MP-ASI dini, ibu yang bekerja akan lebih sering menghabiskan waktu di luar rumah sehingga pemberian ASI eksklusif tidak dapat dilakukan dengan rutin, serta faktor sosial budaya terkait pemahaman terhadap tumbuh kembang bayi yang lebih cepat apabila bayi di beri MP-ASI lebih dini, sehingga mempengaruhi mindset ibu terkait pemberian MP-ASI.
Aktivitas Fisik Remaja Putri Pada Masa Pandemi Covid-19 Muzayyana Muzayyana; Sitti Nurul Hikma Saleh; Agustin Agustin; Alhidayah Alhidayah
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 1 (2021): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i1.528

Abstract

Status pandemi Covid-19 berdampak terhadap aktivitas sehari-hari, adanya kebijakan kebijakan pembatasan sosial mengakibatkan masyarakat lebih banyak berdiam di rumah saja dan berdampak pada kebugaran fisik. Aktivitas fisik remaja selama ini berhubungan dengan aktivitas di kampus, karena kampus diliburkan oleh pemerintah selama pandemi Covid-19, remaja banyak melakukan kegiatan dalam posisi duduk seperti belajar online, bermain game online, membaca, menonton televisi / Hp. Perilaku dirumah saja akan berbahaya jika tidak dibarengi dengan aktivitas fisik yang aktif. Tujuan pengabdian ini diberikan kepada remaja putri dikampus institut kesehatan dan teknologi graha medika kotamobagu, agar remaja putri mengetahui manfaat dari aktifitas fisik. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian yaitu aktifitas fisik dengan senam, ceramah interaktif dan diskusi. Lokasi pelaksanaan di kampus institut kesehatan dan teknologi graha medika kotamobagu. Hasil pelaksanaan kegiatan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan remaja putri dikampus insititut kesehatan dan teknologi graha medika mengenai manfaat aktifitas fisik. Diharapkan pada remaja putri melakukan aktifitas fisik agar mampu mencegah obesitas dan meningkatkan imunitas tubuh di masa pandemi covid-19. Kata Kunci : Aktivitas Fisik, Remaja Putri, Covid-19
Upaya Pencegahan Resiko Tinggi Pada Kehamilan Di Desa Muntoi Kecamatan Passi Barat Kabupaten Bolaang Mongondow Sulawesi Utara Muzayyana Muzayyana
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 1 No. 2 (2020): Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v1i2.111

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh di Puskesmas Passi Barat di Desa Muntoi resiko tinggi pada kehamilan sering dialami dan menempati urutan pertama tanda dan gejala paling banyak dirasakan tahun 2019 . Masyarakat Desa Muntoi termasuk masyarakat Pedesaan yang masih kurang informasi tentang tanda gejala resiko tinggi pada kehamilan. Permasalahan di Desa Muntoi yakni Pengetahuan masyarakat mengenai resiko tinggi pada kehamilan serta bagaimana cara penaggulangan serta penatalaksanaannya masih kurang sehingga perlu diberikan penyuluhan tentang resiko tinggi pada kehamilan serta pencegahan dan penatalaksanaannya; Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang resiko tinggi pada kehamilan dan pencegahannya untuk mencegah terjadinya resiko tinggi pada ibu hamil, sehingga perlunya pemberian informasi cara pencegahan dan langkah yang diambil jika terjadi salah satu dari resiko tinggi pada kehamilan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khusunya ibu hamil di Desa Muntoi mengenai dampak resiko tinggi pada kehamilan serta bagaimana cara penaggulangan serta penatalaksanaannya. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif, tanya jawab, dan evaluasi. Hasil penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai resiko tinggi pada kehamilan, pencegahan dan penatalaksanaannya. Perlunya dilakukan penyuluhan dan sosialisasi terkait dampak dampak resiko tinggi pada kehamilan serta bagaimana cara penaggulangan serta penatalaksanaannya di masyarakat khususnya ibu hamil. Keywords : Resiko Tinggi Pada Kehamilan, Pengetahuan, Pencegahan Resiko Tinggi Pada Kehamilan.
Edukasi Pemanfaatan Hasil Olahan Buah Nanas Bagi Mahasiswi Usia Subur di Institut Kesehatan Dan Teknologi Graha Medika Sitti Nurul Hikma Saleh; Agustin Agustin; Muzayyana Muzayyana; Hairil Akbar
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 2 No. 3 (2021): Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v2i3.297

Abstract

Wanita usia subur cenderung menderita anemia dikarenakan wanita mengalami menstruasi setiap bulan, dan ini akan diperberat jika asupan zat besi dari makanan sehari-hari rendah. Wanita usia subur yang mengalami anemia gizi besi akan mudah sakit karena daya tahan tubuh yang rendah, sehingga produktivitas belajar mahasiswa akan menurun. Salah satu buah yang bermanfaat untuk meningkatkan Hb adalah mengkonsumsi buah nanas, selain asupan tablet Fe pada wanita. Nanas merupakan salah satu buah yang mengandung vitamin C dan dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin. buah nanas merupakan sumber fitokimia termasuk bioflavonoid dan tannin, juga sangat kaya akan anti oksidan yang dikenal sebagai flavonoid dan asam fenolik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan ceramah, dan diskusi tentang cara pengolahan dan pemanfaatan buah nanas pada wanita usia subur. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober 2021. Sasaran kegiatan aitu mahasiswa pada usia subur yang telah berusia > 18 Tahun. Pengolahan buah nanas dilakukan menggunakan buah nanas yang berkualitas baik. mahasiswa telah memahami tentang pengolahan dan manfaat mengkonsumsi buah nanas. Buah nanas merupakan buah yang memiliki rasa manis dan sedikit asam. Kandungan gizi dari nanas antara lain, vitamin C 79%, vitamin B6 5%, vitamin A 1%, besi 1%, magnesium 3% , folat dan zat lainnya.  Buah nanas sangat baik untuk meningkatkan hemoglobin bagi para siswi usia subur di Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika, dengan kegiatan ini mahasiswa mulai memahami terkait cara pengolahan dan tentang Manfaat mengkonsumsi buah nanas untuk meningkatkan hemoglobin pada wanita usia subur. Kata Kunci: Edukasi, Olahan Buah, Buah Nanas, Usia Subur
Keterkaitan Dukungan Keluarga Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Primigravida dalam Menghadapi Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Motoboi Kecil Hairil Akbar; Agustin Agustin; Sitti Nurul Hikma Saleh; Muzayyana Muzayyana
Miracle Journal Vol. 1 No. 2 (2021): Edisi Juli 2021
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.366 KB) | DOI: 10.51771/mj.v1i2.86

Abstract

Kehamilan pada umumnya memberikan arti emosional yang sangat besar pada setiap wanita dan akan membuat ibu merasakan kecemasan yang berdampak pada kehamilan ibu dan janin. Kecemasan selama kehamilan dalam proes persalinan yang tidak dapat diatasi ibu dapat menimbulkan ketegangan, menghalangi relaksasi tubuh, menyebabkan keletihan atau bahkan mempengaruhi kondisi janin dalam kandungan, tetapi dengan kehadiran keluarga saat persalinan dapat membuat ibu lebih tenang. Tujuan penelitian menganalisis keterkaitan dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan ibu hamil primigravida dalam menghadapi persalinan di wilayah kerja Puskesmas Motoboi Kecil. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat survey analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Motoboi Kecil. Populasi sebanyak 69 orang ibu hamil, sampel sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan ibu hamil primigravida menghadapi persalinan di Puskesmas Motoboi Kecil (p-value=0,001). Diharapkan dapat memberikan penyuluhan tentang kesehatan jiwa yang bermanfaat terhadap psikologis ibu hamil untuk mengurangi kecemasan terutama pada ibu hamil primigravida menghadapi persalinan.
Hubungan Peran Bidan dan Dukungan Suami dengan Kepatuhan Imunisasi TT pada Ibu Hamil Primigravida di Wilayah Kerja Puskesmas Maccini Sawah Makassar Muzayyana; Sitti Nurul Hikma Saleh; Agustin; St. Rahmawati Hamzah; Ani
Gema Wiralodra Vol. 13 No. 2 (2022): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v13i2.262

Abstract

Imunisasi Tetanus Toksoid adalah proses untuk membangun kekebalan sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus. Pelaksanaan kegiatan imunisasi TT ibu hamil terdiri dari kegiatan imunisasi rutin dan kegiatan tambahan. Kegiatan imunisasi rutin adalah kegiatan imunisasi yang secara rutin dan terus-menerus harus dilaksanakan pada periode waktu yang telah ditetapkan. Imunisasi TT  masih menjadi masalah serius di Kelurahan Maccini Sawah, di karenakan kasusnya meningkat setiap tahun. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui Hubungan Peran Bidan dan Dukungan Suami Dengan Kepatuhan Imunisasi TT Pada Ibu Hamil Primigravida Di Wilayah Kerja Puskesmas Maccini Sawah Makassar. Metode dalam penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional yaitu suatu penelitian yang mempelajari hubungan antara faktor risiko dengan faktor efek, Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil primigravida yang datang berkunjung di Wilayah Kerja Puskesmas Maccini Sawah Makassar sebanyak 43 orang, Teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling yaitu pengambilan responden dengan membatasi kriteria yang ditetapkan dengan total sampel 30 responden, instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner dimana untuk variabel peran bidan memiliki 10 item pertanyaan dengan menggunakan skala gutman dan dukungan suami memiliki 10 item pertanyaan dengan menggunakan skala gutman. Data yang dikumpulkan dalam penelitian diproses secara analitik dengan uji Chi Square dan hasil tersebut akan diolah untuk menentukan adanya hubungan antara kedua variabel independen dan variabel dependen. Hasil penelitian terdapat hubungan antara ada hubungan peran bidan dengan kepatuhan imunisasi TT ibu primigravida dengan nilai p=0,001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan dukungan suami dengan kepatuhan imunisasi TT ibu primigravida dengan nilai p= 0,005. Tanpa adanya peran tenaga Kesehatan khususnya bidan dan dukungan suami kepatuhan ibu hamil dalam melakukan imunisasi TT tidak akan bisa berjalan dengan baik karena bidan memberi informasi atau nasehat verbal dan non verbal dan suami memberikan dukungan sosial, dukungan tersebut biasanya diinginkan dari orang-orang penting yang memiliki derajat keterlibatan erat dengan ibu hamil.