Industri jasa transportasi membutuhkan kinerja karyawan yang konsisten karena kualitas pelayanan, ketepatan waktu, keselamatan, dan kepercayaan pelanggan sangat bergantung pada sumber daya manusia. Research gap penelitian ini mengangkat kesenjangan penelitian mengenai hasil yang belum konsisten tentang pengaruh kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun melalui keterikatan karyawan. Penelitian bertujuan menguji pengaruh kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap keterikatan karyawan dan kinerja karyawan serta pengaruh tidak langsung melalui keterikatan karyawan pada CV. Pesona Kerinci Transport tahun 2021–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif terhadap 83 karyawan yang dipilih secara purposive dari populasi 85 karyawan. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling dengan SmartPLS. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap keterikatan karyawan (β=0,199; p=0,069) maupun kinerja karyawan (β=0,183; p=0,095). Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterikatan karyawan (β=0,557; p<0,001) dan kinerja karyawan (β=0,309; p=0,021). Keterikatan karyawan berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja (β=0,254; p=0,061). Pengaruh tidak langsung kepemimpinan dan disiplin kerja melalui keterikatan karyawan juga tidak signifikan. Novelty penelitian terletak pada temuan bahwa disiplin kerja menjadi prediktor yang paling konsisten, sedangkan keterikatan karyawan belum berfungsi sebagai mekanisme intervening yang efektif pada konteks perusahaan transportasi darat daerah.