Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Manajemen Kompetensi dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan melalui Kepuasan Kerja sebagai Variabel Intervening Aviva atma Novia; Lorenz Kitana Luwiensky; Edwin Andriansyah Damhuri; Havidz Aima
Siber Nusantara of Economic and Finance Review Vol. 2 No. 2 (2026): Siber Nusantara of Economic and Finance Review (April - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/snefr.v2i2.1013

Abstract

Kinerja karyawan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan strategisnya. Manajemen kompetensi dan budaya organisasi dipandang sebagai faktor strategis yang mampu meningkatkan kinerja karyawan melalui pengembangan kemampuan, komitmen, serta perilaku kerja yang positif. Namun demikian, hasil penelitian terdahulu masih menunjukkan perbedaan mengenai hubungan langsung antarvariabel tersebut sehingga diperlukan kajian mengenai peran kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model konseptual mengenai pengaruh manajemen kompetensi dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja berdasarkan perspektif manajemen strategik. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan melakukan sintesis terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 2021–2026. Hasil kajian menghasilkan model konseptual yang menggambarkan hubungan antara manajemen kompetensi, budaya organisasi, kepuasan kerja, dan kinerja karyawan serta merumuskan tujuh hipotesis penelitian yang terdiri atas lima hipotesis pengaruh langsung dan dua hipotesis pengaruh tidak langsung melalui peran mediasi kepuasan kerja. Model konseptual yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi landasan teoritis bagi penelitian empiris selanjutnya serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian manajemen sumber daya manusia dan manajemen strategik.
Pengaruh Kepemimpinan dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan melalui Employee Engagement sebagai Variabel Intervening pada CV. Pesona Kerinci Transport 2021 - 2025 Edwin Andriansyah Damhuri; Lusiana; Vicky Brama Kumbara
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i2.1186

Abstract

Industri jasa transportasi membutuhkan kinerja karyawan yang konsisten karena kualitas pelayanan, ketepatan waktu, keselamatan, dan kepercayaan pelanggan sangat bergantung pada sumber daya manusia. Research gap penelitian ini mengangkat kesenjangan penelitian mengenai hasil yang belum konsisten tentang pengaruh kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun melalui keterikatan karyawan. Penelitian bertujuan menguji pengaruh kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap keterikatan karyawan dan kinerja karyawan serta pengaruh tidak langsung melalui keterikatan karyawan pada CV. Pesona Kerinci Transport tahun 2021–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif terhadap 83 karyawan yang dipilih secara purposive dari populasi 85 karyawan. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling dengan SmartPLS. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap keterikatan karyawan (β=0,199; p=0,069) maupun kinerja karyawan (β=0,183; p=0,095). Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterikatan karyawan (β=0,557; p<0,001) dan kinerja karyawan (β=0,309; p=0,021). Keterikatan karyawan berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja (β=0,254; p=0,061). Pengaruh tidak langsung kepemimpinan dan disiplin kerja melalui keterikatan karyawan juga tidak signifikan. Novelty penelitian terletak pada temuan bahwa disiplin kerja menjadi prediktor yang paling konsisten, sedangkan keterikatan karyawan belum berfungsi sebagai mekanisme intervening yang efektif pada konteks perusahaan transportasi darat daerah.