Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Kinerja Proyek Pembangunan Gedung Amunisi Menggunakan Metode Post-Project Earned Value (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Amunisi Satuan Brimob Polda Kaltim) Fitri Nur Hidayah; Irna Hendriyani; Maslina Maslina
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja biaya dan waktu pada Proyek Pembangunan Gedung Amunisi Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur menggunakan metode Post-Project Earned Value Analysis (PPEVA). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data Rencana Anggaran Biaya (RAB), time schedule, laporan progres mingguan, biaya aktual, dan dokumen Contract Change Order (CCO). Analisis dilakukan menggunakan indikator Budgeted Cost of Work Scheduled (BCWS), Budgeted Cost of Work Performed (BCWP), Actual Cost of Work Performed (ACWP), Cost Performance Index (CPI), Schedule Performance Index (SPI), Critical Ratio (CR), Estimate at Completion (EAC), dan Variance at Completion (VAC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek mengalami cost overrun sebesar 3,08% yang ditunjukkan oleh CPI = 0,9692 dan CV = -Rp77.541.782,71. Dari aspek waktu, proyek berhasil diselesaikan tepat waktu pada minggu ke-34 dengan SPI = 1,0000 dan SV = Rp0,00. Nilai CR = 0,9692 menunjukkan kinerja proyek secara keseluruhan belum optimal karena dipengaruhi oleh pembengkakan biaya. CCO pada proyek ini terjadi akibat kondisi lapangan yang tidak terduga sehingga diperlukan penyesuaian volume dan lingkup pekerjaan selama pelaksanaan proyek. Perubahan pekerjaan melalui CCO meningkatkan biaya pelaksanaan, namun tidak menyebabkan keterlambatan penyelesaian proyek. Metode PPEVA terbukti efektif untuk mengevaluasi kinerja proyek setelah selesai dan dapat menjadi acuan dalam meningkatkan pengendalian biaya dan waktu pada proyek konstruksi sejenis.