Work readiness is an important transition between education and career. Ideally, vocational high school (SMK) students are designed to be a quality workforce able to work professionally and navigate their careers. However, empirical conditions at SMK PGRI 1 Tulungagung show that the level of work readiness varies; some students demonstrate strong work readiness, while others still require strengthening in career planning, self-confidence, communication, responsibility, and learning independence. This study aims to examine the influence of internship experience, soft skills, and hard skills on the work readiness of students at SMK PGRI 1 Tulungagung. This quantitative associative study used multiple linear regression analysis via IBM SPSS 25. The population was 110 students, with a sample of 87 students determined using the Yamane formula (5% error margin) through proportional random sampling. Data were collected using questionnaires. The results showed that internship experience had a positive and significant effect on work readiness (t_"calculated" =2.867>t_"table" =1.663; p=0.005<0.05). Soft skills also had a positive and significant effect on work readiness (t_"calculated" =4.539>t_"table" =1.663; p=0.000<0.05). Similarly, hard skills had a positive and significant effect on work readiness (t_"calculated" =4.916>t_"table" =1.663; p=0.000<0.05). The F-test revealed that internship experience, soft skills, and hard skills simultaneously influenced work readiness (F_"calculated" =35.030>F_"table" =2.71; p=0.000<0.05). The Adjusted R Square value of 0.543 (54.3%) indicated the combined variance explained, while 45.7% was influenced by external factors outside the model. In conclusion, internship experience, soft skills, and hard skills positively and significantly affect the work readiness of students at SMK PGRI 1 Tulungagung. ABSTRAK Kesiapan kerja merupakan transisi penting antara pendidikan dan karier. Secara ideal, siswa SMK dirancang menjadi tenaga kerja berkualitas yang mampu bekerja profesional serta menentukan kariernya. Namun, kondisi empiris di SMK PGRI 1 Tulungagung menunjukkan tingkat kesiapan kerja yang masih beragam. Sebagian siswa telah menunjukkan kesiapan kerja yang baik, sementara sebagian lainnya masih memerlukan penguatan dalam aspek perencanaan karier, kepercayaan diri, komunikasi, tanggung jawab, dan kemandirian belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pengalaman magang, kemampuan soft skill, dan kemampuan hard skill terhadap kesiapan kerja siswa SMK PGRI 1 Tulungagung. Penelitian kuantitatif asosiatif ini menganalisis data menggunakan regresi linier berganda berbasis IBM SPSS 25. Populasi berjumlah 110 siswa dengan sampel 87 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Yamane (α=5%) melalui teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman magang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja (t_"hitung" =2,867>t_"tabel" =1,663; p=0,005<0,05). Kemampuan soft skill berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja (t_"hitung" =4,539>t_"tabel" =1,663; p=0,000<0,05). Kemampuan hard skill berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja (t_"hitung" =4,916>t_"tabel" =1,663; p=0,000<0,05). Hasil uji F menunjukkan bahwa ketiga variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja (F_"hitung" =35,030>F_"tabel" =2,71; p=0,000<0,05). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,543 (54,3%) menunjukkan besarnya kontribusi ketiga variabel independen, sedangkan 45,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengalaman magang, kemampuan soft skill, dan kemampuan hard skill memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa SMK PGRI 1 Tulungagung.