Taufik Qul Hakim
Universitas PGRI Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH LATIHAN SHUTTLE RUN DAN ZIG-ZAG RUN TERHADAP KEMAMPUAN DRIBBLING FUTSAL PADA SISWA EKSTRAKURIKULER DI SD NEGERI 128 PALEMBANG Taufik Qul Hakim; Dessy Wardiah; Siti Ayu Risma Putri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15302

Abstract

Physical agility is a crucial physical component supporting futsal dribbling skills in elementary school children, yet the limitation of training variations often poses a major obstacle in school coaching. This study aims to analyze the effect of shuttle run and zig-zag run training and compare the effectiveness of both exercises on improving students' futsal dribbling ability. The research used a quasi-experimental approach with a two-group pretest-posttest design. The population consisted of 20 extracurricular futsal students in grades V and VI at SD Negeri 128 Palembang, selected via total sampling. The sample was divided into two groups using the matched subject ordinal pairing (MSOP) technique, namely Group A (shuttle run, n=10) and Group B (zig-zag run, n=10). Data were collected through a futsal dribbling ability test before (pretest) and after (posttest) 16 treatment sessions. Data were analyzed using paired sample t-tests and independent sample t-tests. The paired sample t-test results showed that shuttle run training (t_"calculated" =5.821;p=0.000<0.05) and zig-zag run training (t_"calculated" =5.142;p=0.001<0.05) both significantly improved dribbling ability (mean time for shuttle run improved from 18.42 seconds to 15.31 seconds; zig-zag run from 18.55 seconds to 15.98 seconds). The independent sample t-test yielded t_"calculated" =1.681<t_"table" =2.101 with p=0.055>0.05, indicating no significant difference in effectiveness between shuttle run and zig-zag run exercises. Thus, both exercises can be used interchangeably as agility training variations to improve elementary students' futsal dribbling skills. ABSTRAK Kelincahan fisik merupakan komponen kondisi fisik yang sangat krusial dalam menunjang keterampilan dribbling futsal pada anak usia sekolah dasar, namun keterbatasan variasi latihan sering kali menjadi kendala utama dalam pembinaan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan shuttle run dan zig-zag run serta membandingkan efektivitas kedua bentuk latihan tersebut terhadap peningkatan kemampuan dribbling futsal siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan two-group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 20 siswa ekstrakurikuler futsal kelas V dan VI SD Negeri 128 Palembang yang diambil secara total sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok menggunakan teknik matched subject ordinal pairing (MSOP), yaitu Kelompok A (shuttle run, n=10) dan Kelompok B (zig-zag run, n=10). Data dikumpulkan melalui tes kemampuan dribbling futsal sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) perlakuan selama 16 sesi. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan bahwa latihan shuttle run (t_"hitung" =5,821;p=0,000<0,05) dan latihan zig-zag run (t_"hitung" =5,142;p=0,001<0,05) masing-masing berpengaruh signifikan terhadap peningkatan dribbling (rerata waktu shuttle run membaik dari 18,42 detik menjadi 15,31 detik; zig-zag run dari 18,55 detik menjadi 15,98 detik). Hasil uji independent sample t-test menghasilkan nilai t_"hitung" =1,681<t_"tabel" =2,101 dengan nilai p=0,055>0,05, yang berarti tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan shuttle run dan zig-zag run. Dengan demikian, kedua latihan tersebut dapat digunakan secara bergantian sebagai bentuk variasi latihan kelincahan untuk meningkatkan kemampuan dribbling futsal siswa sekolah dasar.