This study aims to determine the effect of plyometric training on increasing leg muscle power in extracurricular volleyball students at SMA Negeri 10 Palembang. Leg muscle power is crucial in volleyball because it supports players' jumping ability for smashes and blocks. This study used an experimental method with a One Group Pretest-Posttest Design. The sample consisted of 25 students selected using a total sampling technique. Leg muscle power was measured using the Vertical Jump test. The research activities included an initial test (pretest), 16 sessions of plyometric training, and a final test (posttest). Data were analyzed using normality tests, homogeneity tests, and paired sample t-tests using SPSS version 27. The analysis results showed a significance value of 0.000, which is less than 0.05. This indicates a significant difference between the pretest and posttest results. After participating in plyometric training, students' vertical jump ability improved from a mean of 48.24 cm to 54.16 cm (mean difference of 5.92 cm), indicating increased leg muscle power. Based on the research results, it can be concluded that plyometric training significantly increased leg muscle power in extracurricular volleyball students at SMA Negeri 10 Palembang. Therefore, plyometric training can be an effective training method for increasing leg muscle explosive power in volleyball. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan plyometric terhadap peningkatan power otot tungkai pada siswa ekstrakurikuler bola voli SMA Negeri 10 Palembang. Power otot tungkai sangat penting dalam permainan bola voli karena mendukung kemampuan pemain saat melakukan lompatan untuk smash dan block. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian terdiri dari 25 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengukuran power otot tungkai dilakukan menggunakan tes Vertical Jump. Kegiatan penelitian meliputi tes awal (pretest), pemberian latihan plyometric selama 16 kali pertemuan, dan tes akhir (posttest). Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Paired Sample t-Test dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Setelah mengikuti latihan plyometric, kemampuan vertical jump siswa meningkat dari rerata 48,24 cm menjadi 54,16 cm (selisih 5,92 cm), yang menunjukkan adanya peningkatan power otot tungkai. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa latihan plyometric berpengaruh signifikan terhadap peningkatan power otot tungkai pada siswa ekstrakurikuler bola voli SMA Negeri 10 Palembang. Dengan demikian, latihan plyometric dapat dijadikan salah satu metode latihan yang efektif untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai dalam permainan bola voli.