Andre
Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Komponen Modal Kerja dan Tingkat Pertumbuhan Berkelanjutan: Bukti Empiris Perusahaan Sektor Konsumen Primer di BEI Andre Andre
MABIS Vol 17 No 1: Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Widya Dharma Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komponen modal kerja yang diproksikan melalui Cash Intensity (CI), Accounts Receivable Intensity (ARI), dan Accounts Payable Intensity (API) terhadap Sustainable Growth Rate (SGR) pada perusahaan sektor konsumen primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan periode 2018–2024. Sampel penelitian terdiri atas 112 perusahaan dengan total 543 observasi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu tidak memasukkan perusahaan yang melakukan penerbitan ekuitas baru sebagai sumber pendanaan. Data dianalisis menggunakan regresi data panel dengan Random Effect Model dan robust standard errors. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Cash Intensity dan Accounts Receivable Intensity berperan dalam mendukung kemampuan perusahaan mempertahankan pertumbuhan melalui pendanaan internal, sementara Account Payable Intensity belum dimanfaatkan sebagai sumber pendanaan spontan untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa peranan setiap komponen modal kerja dapat berbeda terhadap Sustainable Growth Rate bergantung pada karakteristik industri.
Komponen Modal Kerja dan Tingkat Pertumbuhan Berkelanjutan: Bukti Empiris Perusahaan Sektor Konsumen Primer di BEI Andre Andre
MABIS Vol 17 No 1: Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Widya Dharma Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komponen modal kerja yang diproksikan melalui Cash Intensity (CI), Accounts Receivable Intensity (ARI), dan Accounts Payable Intensity (API) terhadap Sustainable Growth Rate (SGR) pada perusahaan sektor konsumen primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan periode 2018–2024. Sampel penelitian terdiri atas 112 perusahaan dengan total 543 observasi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu tidak memasukkan perusahaan yang melakukan penerbitan ekuitas baru sebagai sumber pendanaan. Data dianalisis menggunakan regresi data panel dengan Random Effect Model dan robust standard errors. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Cash Intensity dan Accounts Receivable Intensity berperan dalam mendukung kemampuan perusahaan mempertahankan pertumbuhan melalui pendanaan internal, sementara Account Payable Intensity belum dimanfaatkan sebagai sumber pendanaan spontan untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa peranan setiap komponen modal kerja dapat berbeda terhadap Sustainable Growth Rate bergantung pada karakteristik industri.
Testing Interaction Effect of Firm Size on Net Trade Credit: Another Perspective from Indonesian Capital Market Andre; Wendy
Ilomata International Journal of Management Vol. 5 No. 3 (2024): July 2024
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijjm.v5i3.1186

Abstract

This research takes a different perspective by only using trade credit from third-party transactions. This research uses primary consumer sector corporates listed on the Indonesia Stock Exchange with a purposive sampling method, obtaining a total of 235 data points. The results of this study indicate that capital structure and efficiency positively affect net trade credit. Conversely, firm age has a negative affect net trade credit When interacted with firm size, the firm age significantly has a positive effect on net trade credit. Meanwhile, efficiency consistently has a positive effect on net trade credit. The interaction effect of firm size on these factors tends to weaken. This study provides implications for the importance of using trade credit from third parties as creditworthiness, as well as further evidence regarding formal financing in the redistribution theory in Indonesian corporations.