p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL ECONOMINA
Awaludin Awaludin
Universitas Mataram, Mataram, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Makna Manajemen Waktu Bagi Produktivitas Karyawan Di UMKM Awaludin Awaludin
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL ECONOMINA, Fabuari 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i2.1529

Abstract

Manajemen waktu merupakan salah satu faktor penting yang menentukan tingkat produktivitas karyawan, khususnya pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sering menghadapi keterbatasan sumber daya, baik dari segi tenaga kerja maupun modal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna manajemen waktu bagi produktivitas karyawan di UMKM dengan menyoroti bagaimana pemanfaatan waktu secara efektif dapat memengaruhi kinerja, efisiensi, dan pencapaian target usaha. Dalam praktiknya, karyawan UMKM dituntut untuk mampu menyeimbangkan berbagai tugas yang beragam dalam waktu yang terbatas, sehingga kemampuan mengatur prioritas, menetapkan jadwal kerja, serta meminimalisasi aktivitas yang tidak produktif menjadi kunci utama. Hasil analisis menunjukkan bahwa karyawan yang mampu menerapkan manajemen waktu dengan baik cenderung memiliki tingkat disiplin yang lebih tinggi, beban kerja yang lebih terorganisir, serta motivasi kerja yang lebih konsisten. Sebaliknya, kurangnya kesadaran dalam mengelola waktu seringkali menimbulkan penundaan pekerjaan, menurunkan kualitas output, serta menghambat pencapaian tujuan UMKM secara keseluruhan. Oleh karena itu, makna manajemen waktu tidak hanya sebatas keterampilan teknis, tetapi juga mencakup nilai strategis dalam membangun budaya kerja yang efektif, meningkatkan kepuasan kerja, serta memperkuat daya saing UMKM di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Dengan demikian, pemahaman dan implementasi manajemen waktu menjadi fondasi penting dalam menciptakan produktivitas karyawan yang berkelanjutan di UMKM.
Eksplorasi Praktik Manajemen Berbasis Kearifan Lokal Di Organisasi Tradisional Awaludin Awaludin
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL ECONOMINA, Maret 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i3.1546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik manajemen berbasis kearifan lokal dalam organisasi tradisional dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena bahwa banyak organisasi tradisional masih bertahan dan berkembang karena menginternalisasi nilai-nilai kearifan lokal dalam tata kelola, kepemimpinan, serta pengambilan keputusan. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini berupaya menggali makna, praktik, dan dinamika manajerial yang muncul dalam konteks budaya setempat, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen organisasi. Data dianalisis menggunakan teknik tematik untuk menemukan pola-pola interaksi dan prinsip manajemen yang terintegrasi dalam struktur sosial maupun nilai budaya organisasi. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa praktik manajemen berbasis kearifan lokal ditandai oleh prinsip musyawarah, gotong royong, kepemimpinan kolektif, serta orientasi pada keseimbangan antara kepentingan individu dan komunitas. Nilai-nilai tersebut bukan hanya memperkuat identitas organisasi tradisional, tetapi juga menjadi strategi adaptasi dalam menghadapi tantangan modernitas dan perubahan lingkungan eksternal. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperluas perspektif manajemen berbasis budaya lokal serta kontribusi praktis sebagai acuan pengembangan model manajemen organisasi yang lebih berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat menginspirasi penguatan nilai-nilai lokal dalam pengelolaan organisasi modern, sehingga kearifan lokal tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sumber inovasi dalam praktik manajemen kontemporer.