p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Qiyadah
Nursalam, Farizki
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Peserta Didik Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Arrahmaniyah dalam Pembentukan Karakter Spiritual dan Nasional Farizki; Nursalam, Farizki; Sulalah, Anis; Mubarokah, Hilmiatul; Ula, Nafilatul; Aini, Nurul
AL-Qiyadah Vol 1 No 1 (2025): Al-Qiyadah
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STAIRUA Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64481/km6ncg36

Abstract

Setiap elemen dalam lembaga pendidikan harus dikelola dengan efektif, termasuk peserta didik, agar tata kelolanya berfungsi dengan baik. Manajemen peserta didik merupakan keseluruhan proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan yang berkelanjutan bagi siswa agar dapat mengikuti proses belajar mengajar secara efektif. Artikel ini menganalisis bagaimana manajemen peserta didik yang diterapkan pada lembaga-lembaga di pondok pesantren Raudlatul Ulum Arrahmaniyah (RUA) Sampang Madura dalam mewujudkan pendidikan berkarakter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lembaga-lembaga yang berada di bawah naungan pondok pesantren RUA menggunakan sistem pendidikan berbasis pesantren yang menganut paham keaswajaan. Berlandaskan pada paham tersebut ditemukan bahwa RUA menggunakan beberapa strategi dalam mewujudkan pendidikan berkarakter spiritual dan nasionalis yaitu; habituasi, moral knowing, moral feeling, moral loving, moral modeling, dan Taubat. Selain itu, empat fungsi manajemen digunakan dalam pengaplikasian strategi-strategi tersebut yaitu; 1) Planning untuk menentukan nilai-nilai karakter, sosialisasi, membuat rencana harian, dan menerapkan pembiasaan dalam perilaku sehari-hari. 2) Organizing: pengasuh Pondok Pesantren RUA bertanggung jawab untuk membentuk struktur organisasi. 3) actuating: Dewan mencanangkan empat program: sistem formal, sistem non-formal, sistem organisasi, dan sistem vokasional. 4) controlling: Pengawasan langsung dan evaluasi oleh Kepala Sekolah dan anggota dewan Pondok Pesantren RUA.
Manajemen Hibrida Sumber Daya Manusia di Madrasah Swasta Berbasis Pesantren: Harmonisasi Standar dan Loyalitas Nursalam, Farizki
AL-Qiyadah Vol 2 No 2 (2026): Al-Qiyadah
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STAIRUA Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64481/d5yn2a22

Abstract

Struktur manajemen pada lembaga pendidikan Islam kerap berada dalam situasi dilematis antara tuntutan formal birokrasi yang bersifat teknokratis dan urgensi pelestarian nilai-nilai sosiokultural pesantren yang berbasis pada semangat komunal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi diskursus manajemen hibrida yang diadopsi oleh madrasah dalam menyelaraskan parameter profesionalisme global dengan filosofi loyalitas berbasis pengabdian melalui metodologi kualitatif deskriptif-analitis. Data dihimpun menggunakan teknik triangulasi yang meliputi wawancara mendalam terhadap informan kunci, observasi lapangan, serta studi dokumentasi, yang kemudian diolah melalui prosedur analisis tematik refleksif untuk mengidentifikasi pola-pola adaptasi organisasi. Temuan studi mengonfirmasi adanya skema pertahanan kelembagaan yang termanifestasi dalam tiga orientasi strategis: pertama, pola seleksi personel yang memprioritaskan integrasi nilai (value congruence) guna meminimalisir volatilitas staf pada area perifer; kedua, penerapan diskresi manajerial melalui program peningkatan kapasitas akademik secara simultan bagi praktisi pendidikan yang terkendala prasyarat ijazah formal; dan ketiga, pembentukan ekosistem kolaborasi intergenerasi yang mendistribusikan beban kerja secara proporsional antara kematangan pedagogis-moral dan literasi instrumen digital. Penelitian ini menegaskan bahwa sinkronisasi antara logika birokrasi dan tradisi lokal merupakan determinan utama dalam menjaga resiliensi institusi di tengah arus transformasi sistemik Society 5.0, dengan implikasi perlunya redefinisi kebijakan manajemen sumber daya manusia yang lebih inklusif terhadap karakteristik sosio-kultural lembaga pendidikan berbasis komunitas.