Darmansyah
Program Studi Teknik Elektro, Universitas Lancang Kuning Pekanbaru

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Perbandingan Konsumsi Energi Listrik Pada Motor Kompresor Air Conditioner Jenis Inverter dan Non Inverter Jumasri Masri; Zulfahri; Monice; Darmansyah
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 8 No. 2 (2024): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v8i2.10897

Abstract

Penggunaan energi listrik untuk rumah tinggal sebagian besar digunakan oleh Air Conditioner. AC memerlukan sumber energi listrik yang cukup besar sebagai tenaga penggerak motor kompresor. Untuk itu dibutuhkan AC yang hemat energi listrik, agar biaya yang dikeluarkan menjadi sedikit. Teknologi pada AC inverter dikatakan lebih hemat energi dibandingkan dengan AC non inverter. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai “Studi Perbandingan Pemakaian Konsumsi Energi Listrik Pada Motor Kompresor Air Conditioner Jenis Inverter dan Non inverter” Agar dapat membuktikan hal tersebut. Dari hasil pengujian dan analisa yang dilakukan pada ruangan pengujian 3 x 3,5 meter dengan beban pendinginan 6882,089 Btu/h, diperoleh bahwa Konsumsi energi listrik pada AC Daikin inverter FTKQ20SVM4 selama 1 bulan pada suhu seting 25°C adalah 28,82 kWh dengan biaya Rp.41.636. Sedangkan konsumsi energi listrik pada AC Sharp non inverter AH-A7SAY selama 1 bulan pada suhu seting 25°C adalah 78,1 kWh dengan biaya Rp.112.831. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa AC inverter lebih hemat energi dibandingkan AC non inverter
Analisis Penggunaan Energi Listrik Pada Mobil Listrik Terhadap Intensitas Cahaya Arif Ilham Rafi Cahyo; Hamzah Eteruddin; David Setiawan; Darmansyah
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 8 No. 1 (2023): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v8i1.11016

Abstract

Penerangan pada kendaraan sangat berperan penting. Salah satu bagian dari fitur penerangan pada kendaraan adalah lampu penerangan utama (head lamp). Sistem penerangan terdiri dari beberapa komponen dan cara kerja, salah satunya adalah sistem kelistrikan bodi lampu penerangan utama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar penggunaan intensitas cahaya lampu penerangan khususnya lampu penerangan utama mobil listrik tersebut agar penggunaan lampu sesuai dengan kegunaan pengemudi. Sistem kelistrikan bodi adalah instalasi dari berbagai rangkaian sistem kelistrikan dari kendaraan. Rangkaian kelistrikan bodi tersebut, antara lain sistem penerangan dan sistem peringatan. Perbandingan intensitas cahaya pada lampu digunakan untuk mengetahui seberapa kuat intensitas cahaya yang dihasilkan dari lampu LED 12 Volt berdaya 5 Watt dengan lampu halogen 12 Volt 55 Watt menggunakan alat ukur lux meter yang dihadapkan langsung ke arah lampu depan dengan jarak 1 meter dari sumber cahaya. Dari hasil perhitungan yang didapatkan maka kapasitas lampu yang digunakan tidak boleh melebihi 60 W. Hasil pengujian menunjukkan bahwa lampu LED lebih hemat energi dibandingkan lampu pijar Halogen dengan intensitas yang lebih terang. Hasil pengujian pada intensitas Cahaya pada lampu pijar Halogen lampu jauh 60 W 3250 lumen dan lampu dekat 55 W 740 lumen.
Analisis Pemasangan Filter Pasif Untuk Mengurangi Harmonisa Pada Motor Debarker WP-8 Di PT. Indah Kiat Pulp And Paper Tbk.Perawang Arlenny; Abrar Tanjung; Darmansyah; Tegar Dimas Herlambang
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 9 No. 1 (2024): SainETin
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v9i1.13436

Abstract

Motor induksi diklasifikasikan ke dalam kelompok beban nonlinier karena gaya karakteristik saturasi, yaitu keadaan pada titik tertentu dari arus yang dihasilkan, tidak sebanding dengan peningkatan tegangan yang diterapkan pada motor dan bahkan tegangan tetap yang dapat menyebabkan harmoni. Dari hasil pengukuran diperoleh komponen harmonik yang cukup tinggi pada sisi sumber VSD tipe ACS800-01-0075-3 dengan kecepatan mesin 1495 rpm. IHDI urutan ke-5, ke-7 dan ke-11 rata-rata 64,20%, 39,62% dan 8,01%, dan kandungan harmonik THDI adalah 75,625%. Karena harmonisa melebihi batas standardisasi IEEE 519-2014, satu filter pasif yang disetel harus dipasang. Pemasangan filter pasif tunggal yang disetel dilakukan menggunakan simulasi MATLAB/ Simulink dengan metode simulasi sumber arus. Setelah dilakukan simulasi dengan single tuned maka diperoleh IHDI orde ke-5, orde ke-7 dan orde ke -11 yang telah diturunkan bernilai sebesar 0,30 %, 3,82%, dan 2,17% untuk THDI bernilai sebesar 4,54% maka dari hasil tersebut sudah sesuai dengan standarisasi IEEE 519-2014 dengan batasan 4% untuk IHDI dan THDI 5%. Filter pasif single tuned dipilih disebabkan lebih efektif, ekonomis, dan pemeliharaan lebih mudah.