Ida Maiyanti A. Rajamuddin
Institut Agama Islam Al-Amanah Jeneponto, Sulawesi Selatan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Literasi Digital Berbasis Nilai-Nilai Qur’ani dalam Menangkal Radikalisme di Lingkungan Perguruan Tinggi Ida Maiyanti A. Rajamuddin
Jurnal Edukasi Al-Amanah Vol. 2 No. 01 (2026): April
Publisher : Jurnal Edukasi Al-Amanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era disrupsi digital, mahasiswa sering kali terjebak dalam paradoks antara kemahiran mengoperasikan teknologi dan kerentanan terhadap infiltrasi radikalisme digital. Kampus, yang seharusnya menjadi pusat moderasi, sering kali kecolongan oleh narasi ekstremis yang menyusup melalui celah minimnya nalar kritis di media sosial. Literasi digital yang bersifat teknis semata dianggap kurang memadai untuk menghadapi gejolak ideologi tersebut, sehingga diperlukan integrasi nilai-nilai Qur’ani sebagai jangkar spiritual dan kompas epistemologis bagi civitas akademika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis di IAI Al-Amanah Jeneponto. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif pasif terhadap pola komunikasi digital mahasiswa, serta audit dokumentasi kurikulum (RPS). Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa mahasiswa terpapar risiko radikalisme digital melalui algoritma media sosial yang menciptakan filter bubble dan pemahaman teologis yang kaku. Sebagai solusi, dilakukan internalisasi tiga nilai fundamental Qur’ani: tabayyun (verifikasi informasi), qaulan sadidan (kejujuran informasi/integritas akademik), dan wasathiyah (moderasi beragama). Strategi implementasi dilakukan melalui "Infiltrasi Kurikuler" pada Program Studi Pendidikan Tarbiyah, di mana nilai-nilai tersebut disisipkan secara organik dalam mata kuliah inti dan praktik pembuatan narasi tandingan (counter-narrative). Integrasi literasi digital berbasis nilai Qur’ani terbukti efektif meningkatkan resiliensi mahasiswa terhadap paham radikal. Perpaduan antara kecakapan teknis dan bimbingan wahyu menciptakan "vaksin ideologis" yang memperkokoh identitas mahasiswa sebagai Muslim moderat yang bijak di ruang siber. Model ini menawarkan prototipe bagi perguruan tinggi Islam dalam menghadapi tantangan keamanan siber dan menjaga marwah institusi di era Masyarakat 5.0.  
Anomali Regulasi Dalam UU KUP Sebagai Celah Abuse Of Power Terhadap Wajib Pajak Badan Di Indonesia Muhammad Basir-Cyio; Sitti Humulhaer; Ida Maiyanti A. Rajamuddin
Jurnal Edukasi Al-Amanah Vol. 2 No. 01 (2026): April
Publisher : Jurnal Edukasi Al-Amanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis anomali hukum yang terkandung dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) dan bagaimana celah tersebut berpotensi melahirkan penyalahgunaan wewenang (abuse of power) oleh otoritas fiskal terhadap Wajib Pajak Badan. Menggunakan metode penelitian yuridis-normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, hasil penelitian menunjukkan bahwa norma-norma dalam UU KUP, khususnya terkait penetapan pajak secara jabatan (Pasal 13) dan pemeriksaan bukti permulaan (Pasal 43A), bersifat multitafsir dan memberikan diskresi yang berlebihan tanpa parameter pengawasan yang ketat. Fenomena ini diperkuat oleh fakta empiris tingginya angka kemenangan Wajib Pajak di Pengadilan Pajak, yang mengonfirmasi adanya kegagalan yuridis dalam proses pemeriksaan. Penelitian menyimpulkan bahwa perlunya standarisasi interpretasi hukum pajak dan kemandirian institusi keberatan untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan hak milik korporasi sesuai prinsip negara hukum