Sektor perikanan tangkap di Provinsi Banten menghadapi tantangan kompleks dalam pengelolaan data produksi dan nilai ekonomi yang melibatkan dimensi temporal, spasial, dan komoditas secara simultan. Sistem pelaporan konvensional berbasis statistik deskriptif belum mampu mengakomodasi analisis multidimensi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan strategis berbasis bukti. Penelitian ini mengembangkan dan mengimplementasikan sistem Online Analytical Processing (OLAP) untuk mengevaluasi produktivitas dan nilai ekonomi perikanan tangkap di Provinsi Banten periode 2019–2024. Dashboard interaktif dibangun menggunakan Google Looker Studio dengan arsitektur star schema yang mengintegrasikan data sekunder Kementerian Kelautan dan Perikanan, mencakup 8 kabupaten/kota, 15 jenis komoditas utama, dan rentang waktu 6 tahun. Analisis mengungkapkan total produksi 515.585,05 ton dengan nilai ekonomi Rp16.984,939 miliar, menunjukkan tren penurunan 2019–2021 (dampak perubahan iklim dan pandemi) yang diikuti stabilisasi 2022–2024. Distribusi spasial menunjukkan konsentrasi produksi di Kabupaten Pandeglang (48% total produksi) yang berbatasan dengan Samudra Hindia. Struktur ekonomi perikanan memperlihatkan dualisme menguntungkan: komoditas pelagis kecil mendominasi volume (menopang ketahanan pangan), sementara komoditas premium (lobster, kakap, udang) menghasilkan nilai ekonomi tinggi per unit meskipun volume kecil. Sistem OLAP terbukti efektif memfasilitasi eksplorasi data multidimensi melalui operasi drill-down, slice, dan roll-up, mengurangi waktu analisis hingga 70% dibandingkan metode konvensional. Model ini menyediakan kerangka kerja decision support system yang dapat direplikasi untuk provinsi pesisir lainnya, mendukung implementasi kebijakan ekonomi biru berkelanjutan di Indonesia.