Permasalahan limbah organik rumah tangga yang belum dikelola secara optimal, khususnya pada kelompok ibu rumah tangga di lingkungan padat penduduk, mendorong perlunya intervensi pemberdayaan masyarakat yang aplikatif dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan kemandirian ekonomi melalui pengembangan sabun eco-enzyme berbasis UMKM pada Majelis Taklim Baiturrahman. Metode yang digunakan adalah Community Service Action Research (CSAR) dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan 32 orang ibu-ibu majelis taklim. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan dan praktik pembuatan eco-enzyme dan sabun ramah lingkungan, pendampingan, serta evaluasi. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta, serta observasi dan wawancara untuk mengevaluasi keterampilan dan partisipasi peserta selama kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan, ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 7,09 menjadi 8,34 dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Selain itu, seluruh peserta mampu mempraktikkan pembuatan eco-enzyme dan sabun secara mandiri. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran peserta terhadap pengelolaan limbah rumah tangga serta membuka peluang pengembangan usaha mikro berbasis produk ramah lingkungan. Dengan demikian, program ini terbukti efektif sebagai model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan aspek lingkungan dan ekonomi serta berpotensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan di komunitas berbasis keagamaan lainnya.