Keterbatasan kemampuan komunikasi Bahasa Inggris professional dan rendahnya kepercayaan diri dalam menghadapi wawancara kerja menjadi salah satu hambatan calon tenaga kerja lokal untuk memasuki industri hospitality. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan employability skill calon tenaga kerja pariwisata melalui Pelatihan English for Interview berbasis industri hospitality di Desa Blahbatuh, Gianyar. Program dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang mengintegrasikan English for Specific Purposes (ESP), experiential learning, guided practice, role play, mock interview, dan individual coaching. Peserta dipilih secara purposive berdasarkan minat bekerja pada sektor hospitality, kebutuhan peningkatan kemampuan wawancara Bahasa Inggris, serta kesediaan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Evaluasi program menggunakan pre-test dan post-test, rubrik performa mock interview, observasi, serta kuesioner evaluasi peserta. Data dianalisis secara deskriptif melalui nilai rata-rata, persentase, dan gain score. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata peserta meningkat dari 58 pada pre-test menjadi 74 pada post-test, atau meningkat sebesar 27,6% (±28%). Selain itu, 76,7% peserta berada pada kategori baik dan sangat baik pada evaluasi mock interview, terutama dalam aspek komunikasi, struktur jawaban, pronunciation, grooming, body language, dan kepercayaan diri. Kebaruan program terletak pada integrasi pembelajaran Bahasa Inggris spesifik hospitality dengan simulasi proses rekrutmen dan coaching individual dalam satu model pelatihan berbasis performa. Program menunjukkan potensi sebagai model penguatan kesiapan kerja masyarakat lokal, meskipun evaluasi masih terbatas pada perubahan kompetensi jangka pendek dan belum mengukur keberhasilan peserta memperoleh pekerjaan setelah pelatihan.