Pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah di kawasan perdesaan sering kali Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan perdesaan sering kali terhambat oleh persoalan struktural akibat terpisahnya sektor ketersediaan bahan baku di hulu dan strategi pemasaran di hilir. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dan menyelesaikan permasalahan tersebut melalui integrasi rantai nilai berbasis ekonomi sirkular dan strategi pencitraan jenama desa. Pendekatan penelitian tindakan partisipatif dilaksanakan selama 34 hari di Desa Cintajaya dengan melibatkan 4 mitra UMKM. Pada tahapan hulu, pendampingan difokuskan pada manajemen limbah pertanian yang berhasil merampungkan 1 pendampingan legalitas produksi pupuk organik secara mandiri. Hal ini bertujuan menjamin ketersediaan serta mutu bahan baku berkelanjutan. Pada tahapan hilir, intervensi perancangan ulang kemasan dan identitas visual sukses menghasilkan 4 desain kemasan baru untuk produk penganan unggulan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi tingkat hulu berhasil merumuskan standardisasi kelayakan mutu dan memberikan kepastian hukum bagi petani lokal. Sementara itu, intervensi tingkat hilir sukses mentransformasi identitas produk tradisional menjadi komoditas bernilai tambah tinggi, yang secara signifikan meningkatkan kesiapan pemasaran produk lokal menuju kawasan wisata Jatigede. Kesimpulan program ini menegaskan bahwa penerapan strategi menyeluruh dari hulu ke hilir terbukti efektif memecahkan hambatan struktural, meningkatkan daya saing produk, serta meletakkan fondasi ekonomi mandiri bagi ekosistem bisnis perdesaan.