Muhammad Daffa
Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Oil 2197, 2380, dan MJO II terhadap Deteriorasi O-ring Oil Cooler APU GTCP331 Muhammad Daffa; Bhima Shakti Arrafat; Bela Firmantoyo
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9198

Abstract

Kebocoran oil cooler Auxiliary Power Unit (APU) GTCP331 pada armada Airbus A330 yang dirawat PT GMF AeroAsia Tbk tercatat 41 kejadian sepanjang 2022–2025 dengan tren meningkat dari 5 menjadi 15 kejadian per tahun, sementara penanganannya masih bersifat korektif tanpa analisis akar penyebab. Pemeriksaan teknis menunjukkan sumber kebocoran berada pada deteriorasi O-ring P/N AS43013-118 berbahan Fluorocarbon (FKM) 76 IRHD, sedangkan armada tersebut dirawat menggunakan tiga oli turbin berspesifikasi sama, yaitu MIL-PRF-23699. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Oil 2197, Oil 2380, dan Mobil Jet Oil II (MJO II) terhadap deteriorasi O-ring tersebut serta menentukan oli yang berdampak paling signifikan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan eksperimental melalui immersion test mengacu ASTM D471; metode ini dipilih karena memungkinkan pengamatan perubahan material secara non-destruktif dan berulang pada spesimen yang sama. Tiga spesimen brand new direndam terpisah selama 24 minggu dengan pengamatan visual serta pengukuran diameter penampang dan berat setiap dua minggu. Hasil penelitian menunjukkan ketiga oli menimbulkan discoloration, surface roughening, dan kehilangan massa dengan urutan pengaruh Oil 2197 > Oil 2380 > MJO II. Oil 2197 mencatat penurunan terbesar, yaitu diameter -1,794% dan berat -6,024%, dengan onset paling awal dan urutan tersebut dikuatkan hasil uji particulate contamination media perendaman. Disimpulkan bahwa kesamaan spesifikasi militer tidak menjamin kesetaraan kompatibilitas terhadap material seal, sehingga diusulkan penetapan task preventif pemeriksaan O-ring setiap dua tahun mengikuti C-Check. Penelitian lanjutan disarankan menambah jumlah spesimen serta menguji pada kondisi temperatur dan tekanan operasional.