Bela Firmantoyo
Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Complacency terhadap Budaya Keselamatan pada Personel Perawatan Pesawat Udara di PT Airfast Indonesia Izza Deriyant Haq; Bhima Shakti Arrafat; Bela Firmantoyo
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9196

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat complacency, mengevaluasi tingkat budaya keselamatan, serta menganalisis pengaruh complacency terhadap budaya keselamatan pada personel perawatan pesawat udara di PT Airfast Indonesia. Rutinitas kerja maintenance yang berulang dan berjangka panjang berpotensi memicu complacency, yaitu penurunan kewaspadaan akibat rasa percaya diri berlebih, yang berisiko melemahkan budaya keselamatan organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal terhadap 69 personel (teknisi dan engineer) yang dipilih secara purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner Skala Likert 1–5 yang telah diuji validitas (Product Moment Pearson) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha), menghasilkan 14 butir valid untuk variabel complacency dan 18 butir valid untuk variabel budaya keselamatan. Karena data tidak berdistribusi normal (uji Kolmogorov-Smirnov), pengujian pengaruh dilakukan melalui regresi kuantil pada kuantil median (q=0,5) yang dikonfirmasi oleh uji korelasi Rank Spearman. Hasil analisis deskriptif menunjukkan tingkat complacency berada pada kategori Rendah (mean = 2,05), sementara tingkat budaya keselamatan berada pada kategori Sangat Tinggi (mean = 4,26). Uji Spearman menghasilkan koefisien korelasi -0,472 (Sig. < 0,001), dan regresi kuantil menghasilkan koefisien -0,346 dengan Sig. = 0,003 (95% CI -0,572 s.d. -0,121), membuktikan bahwa complacency berpengaruh negatif dan signifikan terhadap budaya keselamatan, dengan kontribusi (Pseudo R-Squared) sebesar 12,5%. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan complacency sekecil apa pun berdampak langsung pada penurunan budaya keselamatan, sehingga PT Airfast Indonesia direkomendasikan menerapkan program anti-complacency yang terstruktur, sistem double-inspection pada tugas repetitif, dan rotasi penugasan berkala.
Pengaruh Oil 2197, 2380, dan MJO II terhadap Deteriorasi O-ring Oil Cooler APU GTCP331 Muhammad Daffa; Bhima Shakti Arrafat; Bela Firmantoyo
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9198

Abstract

Kebocoran oil cooler Auxiliary Power Unit (APU) GTCP331 pada armada Airbus A330 yang dirawat PT GMF AeroAsia Tbk tercatat 41 kejadian sepanjang 2022–2025 dengan tren meningkat dari 5 menjadi 15 kejadian per tahun, sementara penanganannya masih bersifat korektif tanpa analisis akar penyebab. Pemeriksaan teknis menunjukkan sumber kebocoran berada pada deteriorasi O-ring P/N AS43013-118 berbahan Fluorocarbon (FKM) 76 IRHD, sedangkan armada tersebut dirawat menggunakan tiga oli turbin berspesifikasi sama, yaitu MIL-PRF-23699. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Oil 2197, Oil 2380, dan Mobil Jet Oil II (MJO II) terhadap deteriorasi O-ring tersebut serta menentukan oli yang berdampak paling signifikan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan eksperimental melalui immersion test mengacu ASTM D471; metode ini dipilih karena memungkinkan pengamatan perubahan material secara non-destruktif dan berulang pada spesimen yang sama. Tiga spesimen brand new direndam terpisah selama 24 minggu dengan pengamatan visual serta pengukuran diameter penampang dan berat setiap dua minggu. Hasil penelitian menunjukkan ketiga oli menimbulkan discoloration, surface roughening, dan kehilangan massa dengan urutan pengaruh Oil 2197 > Oil 2380 > MJO II. Oil 2197 mencatat penurunan terbesar, yaitu diameter -1,794% dan berat -6,024%, dengan onset paling awal dan urutan tersebut dikuatkan hasil uji particulate contamination media perendaman. Disimpulkan bahwa kesamaan spesifikasi militer tidak menjamin kesetaraan kompatibilitas terhadap material seal, sehingga diusulkan penetapan task preventif pemeriksaan O-ring setiap dua tahun mengikuti C-Check. Penelitian lanjutan disarankan menambah jumlah spesimen serta menguji pada kondisi temperatur dan tekanan operasional.