Media sosial telah menjadi ruang penting bagi pemerintah dalam membangun dan menyebarluaskan narasi kebijakan kepada publik. Salah satu narasi yang menyebarluaskan narasi kebijakan kepada publik. Salah satu narasi yang dikomunikasikan melalui TikTok adalah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan konsep smart forest city. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana wacana smart forest city dikonstruksi melalui elemen visual, audio, dan teks dalam kampanye TikTok resmi pemerintah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Multimodal Critical Discourse Analysis (MCDA). Data penelitian berupa sepuluh video yang diunggah oleh akun TikTok remi pemerintah @ikn.id, @nusantaraforestcity, dan @kemenpu pada periode 2024-2025. Analisis dilakukan menggunakan kerangka Visual Grammar dari Kress dan Van Leeuwen serta diinterpretasikan melalui perspektif governmentality. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, kampanye secara konsisten merepresentasikan IKN sebagai kota yang hijau, futuristik, dan berkelanjutan. Kedua, pengulangan elemen visual, audio, dan teks menormalisasi narasi pembangunan dengan membingkai pembangunan sebagai proses yang progresif, sah, dan selaras dengan kepentingan publik. Ketiga, konflik ekologis tidak memperoleh ruang representasi dalam konten yang dipublikasikan sehingga membentuk representasi yang menonjolkan harmoni lingkungan sekaligus mengaburkan potensi dampak ekologis pembangunan. Temuan ini menunjukkan bahwa kampanye TikTok pemerintah tidak hanya berfungsi sebagai media penyebaran informasi, tetapi juga sebagai praktik komunikasi multimodal yang membentuk makna, melegitimasi pembangunan, dan memengaruhi cara pandang publik terhadap Ibu Kota Nusantara.