Mochammad Faizal Rizki
Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Kebijakan Normalisasi Sungai Kali Gabus Dalam Komunikasi Multimodal Pemerintah Di Media Sosial Instagram Dan Youtube Natasya Margareth; Eka Yulyana; Mochammad Faizal Rizki
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kebijakan normalisasi Sungai Kali Gabus dalam komunikasi multimodal pemerintah melalui media sosial Instagram dan YouTube. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi kebijakan pemerintah, sementara kajian mengenai representasi kebijakan infrastruktur melalui pendekatan komunikasi kritis masih relatif terbatas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan paradigma kritis. Analisis data dilakukan menggunakan Multimodal Critical Discourse Analysis (MCDA) berdasarkan kerangka Kress dan van Leeuwen. Data penelitian terdiri atas dua unggahan Instagram dan satu video YouTube resmi Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat sebagai data utama, serta satu konten TikTok dan satu video YouTube sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa normalisasi Sungai Kali Gabus direpresentasikan sebagai solusi teknis untuk mengatasi banjir melalui dominasi visual alat berat, aktivitas pengerukan sungai, dan kehadiran aparatur pemerintah. Representasi tersebut menempatkan pemerintah sebagai aktor utama dalam penyelesaian masalah publik serta memperkuat legitimasi kebijakan melalui kombinasi elemen visual, verbal, dan audiovisual, sementara representasi masyarakat terdampak memperoleh ruang yang lebih terbatas. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan MCDA relevan digunakan dalam kajian Ilmu Pemerintahan untuk membaca relasi kekuasaan yang bekerja melalui komunikasi digital pemerintah.