Sonia Suhatman
Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas, Padang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Partisipasi Perempuan dalam Pendidikan Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Sekolah Perempuan di Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang Sonia Suhatman; Alfan Miko; Indraddin Indraddin
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (Januari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpkn.v4i1.3868

Abstract

Partisipasi perempuan merupakan unsur penting dalam menentukan keberhasilan berbagai program pemberdayaan masyarakat, meskipun pelaksanaannya masih dipengaruhi oleh kuatnya budaya patriarki yang membatasi ruang keterlibatan perempuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk partisipasi perempuan dalam Program Sekolah Perempuan di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, dengan menitikberatkan pada peran LSM Pembangkik Batang Tarandam (PBT), sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keterlibatan anggotanya. Penelitian menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif guna memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai dinamika partisipasi perempuan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Direktur LSM PBT, anggota Sekolah Perempuan, dan perwakilan Forum Nagari, serta dilengkapi melalui studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif menggunakan Teori Tangga Partisipasi yang dikembangkan oleh Sherry R. Arnstein dan Teori Pilihan Rasional dari James S. Coleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LSM PBT berperan sebagai penggagas program, fasilitator pembelajaran partisipatif, penguat kohesi sosial yang inklusif, pendamping yang menempatkan anggota sebagai mitra setara, advokator kebijakan, sekaligus penggerak kemandirian perempuan. Peran tersebut mampu mendorong partisipasi perempuan hingga mencapai tingkat Kendali Warga, yang ditandai dengan kemampuan kelompok menjalankan program secara mandiri. Motivasi anggota mencakup pengembangan kapasitas diri, perluasan jaringan sosial, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi. Sebaliknya, partisipasi masih dihadapkan pada hambatan internal berupa rasa kurang percaya diri, hambatan eksternal berupa beban ganda dan stigma sosial, serta hambatan struktural akibat terbatasnya dukungan pemerintah daerah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah lokal masih berada pada praktik Tokenisme dan Non-Partisipasi sehingga proses berbagi kendali belum sepenuhnya terwujud.