ASI eksklusif merupakan praktik penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan perlindungan kesehatan bayi selama enam bulan pertama kehidupan. Namun, penerapannya masih menghadapi berbagai hambatan, terutama di masyarakat pedesaan, seperti keterbatasan pengetahuan, persepsi mengenai produksi ASI yang tidak mencukupi, kendala dalam teknik menyusui, kelelahan ibu, dukungan keluarga, serta kepercayaan dan kebiasaan yang berkembang di masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi kontribusi edukasi ASI yang dilaksanakan berbasis masyarakat terhadap pelaksanaan ASI eksklusif pada ibu di Desa Suka Maju. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif. Penelitian dilaksanakan di Desa Suka Maju, Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, pada Juni sampai Juli 2026. Informan berjumlah 15 ibu menyusui yang dipilih menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data selanjutnya dianalisis secara tematik dengan menerapkan triangulasi sebagai upaya memperkuat validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi melalui bidan, kader, posyandu, dan lingkungan masyarakat membantu meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Dukungan suami dan keluarga turut memperkuat praktik menyusui, sedangkan mitos, persepsi ASI kurang, dan hambatan menyusui masih menjadi tantangan. Edukasi ASI berbasis masyarakat penting dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan ibu, keluarga, kader, tenaga kesehatan, dan masyarakat