Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang cakupan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD)-nya masih berada di bawah target nasional sebesar 80%. Rendahnya kepatuhan konsumsi tablet Fe dan pola menstruasi yang tidak teratur diduga berkontribusi terhadap tingginya kejadian anemia pada kelompok usia ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan minum tablet Fe dan pola menstruasi dengan kadar hemoglobin (Hb) pada remaja putri di SMKN 6 Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 80 responden yang dihitung menggunakan rumus Slovin dari populasi 100 siswi kelas X. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepatuhan konsumsi TTD, kuesioner pola menstruasi, dan pemeriksaan Hb darah kapiler, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher's Exact Test karena syarat Chi-Square tidak terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61 responden (76,3%) tergolong patuh mengonsumsi tablet Fe, 68 responden (85,0%) memiliki pola menstruasi teratur, dan 66 responden (82,5%) memiliki kadar Hb normal. Terdapat hubungan yang sangat signifikan secara statistik antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kadar Hb (p=0,0000019; OR=26,58; 95% CI: 6,08–116,22) serta antara pola menstruasi dengan kadar Hb (p=0,000000016). Dapat disimpulkan bahwa kepatuhan konsumsi tablet Fe dan keteraturan pola menstruasi berhubungan bermakna dengan kadar Hb pada remaja putri. Pihak sekolah dan petugas kesehatan disarankan memperkuat pengawasan konsumsi TTD serta edukasi kesehatan reproduksi remaja secara berkelanjutan guna menurunkan prevalensi anemia pada kelompok usia remaja.