Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Intensitas Penggunaan Gawai dengan Perkembangan Kognitif Anak pada Usia 4-6 Tahun di TK Negeri Pembina 2 Kota Jambi Elsa Pebrianti; Diane Marlin; Subang Aini Nasution
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.63148

Abstract

Akses penggunaan gawai yang kian lazim di kalangan anak usia dini dapat memberikan manfaat dalam mendukung pembelajaran, tetapi penggunaan dengan intensitas tinggi membawa potensi untuk membatasi peluang anak dalam merengkuh stimulasi lewat interaksi beserta aktivitas langsung yang penting bagi perkembangan kognitif. Kajian ini diarahkan untuk mengidentifikasi tingkat korelasi antara intensitas penggunaan gawai berhadapan dengan perkembangan kognitif anak usia 4–6 tahun di TK Negeri Pembina 2 Kota Jambi. Observasi ini menerapkan pendekatan kuantitatif yang mengusung desain cross-sectional. Skala populasi riset menyentuh 45 anak dengan penetapan sampel sejumlah 41 responden yang ditarik melalui teknik purposive sampling. Proses penghimpunan data dieksekusi dengan memanfaatkan kuesioner intensitas penggunaan gawai dan instrumen perkembangan kognitif berdasarkan STPPA. Tahapan analisis data dikelola secara bivariat maupun univariat dengan mengandalkan uji Mann-Whitney. Temuan penelitian membeberkan fakta bahwa mayoritas responden menunjukkan intensitas penggunaan gawai kategori tinggi, yaitu 28 anak (68,3%), sedangkan 13 anak (31,7%) berada pada kategori sedang. Perkembangan kognitif dominasi terpusat pada kategori Mulai Berkembang (MB) dengan jumlah 22 anak (53,7%), disusul oleh kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) yang mencapai 16 anak (39,0%). Hasil uji Mann–Whitney memperlihatkan perolehan p-value di angka 0,013 (<0,05), yang mengindikasikan eksistensi korelasi signifikan yang menautkan antara intensitas penggunaan gawai bersama laju perkembangan kognitif anak. Penggunaan gawai perlu diperhatikan dalam konteks durasi, pendampingan, dan aktivitas anak secara keseluruhan. Disimpulkan bahwa terdeteksi jalinan korelasi yang signifikan di antara intensitas eksploitasi gawai terhadap progres perkembangan kognitif anak rentang usia 4–6 tahun yang bermukim di TK Negeri Pembina 2 Kota Jambi.