Masa bayi merupakan "periode emas" dalam perkembangan manusia. Perkembangan pesat terutama pada sistem saraf pusat, kemampuan sensorik, dan keterampilan motorik meletakkan dasar bagi pencapaian tahap perkembangan selanjutnya selama enam bulan pertama kehidupan. Penguasaan keterampilan motorik halus yaitu kemampuan memakai otot-otot kecil dalam aktivitas koordinasi mata-tangan seperti menggenggam, memindahkan benda, dan bereksplorasi merupakan prediktor penting bagi perkembangan bayi. Faktor genetik, kesehatan, stimulasi, nutrisi, dan nutrisi saat lahir memengaruhi perkembangan motorik halus, penelitian dilakukan akan menambah pemahaman ibu mengenai studi ini melihat bagaimana ASI eksklusif dan kesehatan gizi memengaruhi perkembangan motorik halus pada bayi berusia enam bulan. Penelitian ini menggunakan desain analisis dengan pendekatan potong lintang. Dalam penelitian ini, semua data dikumpulkan sekaligus tanpa melakukan intervensi pada responden. Perkembangan motorik bayi enam bulan dievaluasi setelah peneliti menganalisis status gizi dan riwayat pemberian ASI eksklusif mereka. Terdapat hubungan yang signifikan antara ASI eksklusif dan perkembangan motorik, dengan nilai uji Fisher's Exact 0,045 (p < 0,05). Status gizi dan perkembangan motorik bayi enam bulan juga menunjukkan korelasi yang signifikan, dengan nilai uji Fisher's Exact 0,019 (p < 0,05). Bayi yang sehat dapat menguasai keterampilan motorik lebih cepat dibandingkan dengan bayi yang memiliki masalah gizi. Oleh karena itu, ASI eksklusif dan status gizi memiliki pengaruh penting pada perkembangan motorik bayi enam bulan, jadi menangani kedua variabel ini sangat perlu untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.