Nyeri persalinan merupakan salah satu masalah yang dapat memengaruhi kenyamanan dan pengalaman ibu selama proses persalinan. Penanganan nyeri dengan metode nonfarmakologis yang aman, sederhana, dan mudah diterapkan menjadi salah satu alternatif dalam asuhan kebidanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gymball dan aromaterapi lavender terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Berbak. Desain penelitian ini quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest yang melibatkan dua kelompok perlakuan. Sampel penelitian ini berjumlah 20 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 10 responden diberikan intervensi gymball dan 10 responden diberikan aromaterapi lavender. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi dan Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengukur tingkat nyeri persalinan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Rata-rata skor nyeri sebelum diberikan intervensi pada kelompok gymball dan aromaterapi lavender masing-masing sebesar 8,0 yang termasuk kategori nyeri berat. Setelah diberikan intervensi, rata-rata skor nyeri pada kelompok gymball menurun menjadi 3,6 dengan penurunan sebesar 4,4 poin dan diperoleh nilai p=0,005 (p<0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penurunan nyeri persalinan. Pada kelompok aromaterapi lavender, rata-rata skor nyeri menurun menjadi 6,5 dengan penurunan sebesar 1,5 poin dan diperoleh nilai p=0,058 (p>0,05), sehingga penurunan nyeri tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik. Penggunaan gymball berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif dan menunjukkan penurunan skor nyeri yang lebih besar dibandingkan aromaterapi lavender. Gymball dapat dipertimbangkan sebagai salah satu metode nonfarmakologis dalam membantu mengurangi nyeri persalinan kala I fase aktif.